Tags

, , , , , , , , , , , , , , ,

Dear Mommies…

Kali ini, momAmore mau bagi-bagi tips sekaligus lebih cinta lingkungan, dengan mulai dari diri sendiri. Kenapa kita harus lebih mencintai lingkungan…?? Karena, dampak cinta kita terhadap lingkungan besar banget. Kita sendiri bisa lebih sehat, lebih kaya, lebih cantik… Lhoh, kok bisa… Gimana caranya…?? momAmore bocorin nih caranya… Yuk kita mulai hal-hal yang kecil dulu…

Apa saja sih, yang bisa dilakukan seorang ibu baru untuk mencintai dan melestarikan lingkungan…

1. Berikan ASI pada bayi kita. Bukan rahasia kalau ASI memberikan kecukupan gizi sekaligus imunitas pada bayi. Juga membantu ibu lebih cepat menurunkan berat badan. Tapi apa dampaknya ke lingkungan…?? Dengan memberi ASI, otomatis tidak akan ada buangan dari kaleng atau dus susu formula. ASI dalam bentuk perah pun akan lebih awet bila disimpan dalam botol kaca. Bila botol kaca selesai dipakai, bisa dijual kembali. Hemat uang, Sehat bagi bayi dan ibu. Turut melestarikan lingkungan.

2. Gunakan popok kain/ cloth diaper/ celana kain pada bayi dan batita kita. Oke, memang menggunakan popok /celana kain akan lebih ribet cuci-jemur daripada disposable diaper. Ditambah, jadi harus lebih telaten ganti-ganti ketika sang buah hati buang air. Tapi, menggunakan popok berbahan dasar kain banyak manfaatnya:

  • Pertama, lebih adem bagi kulit bayi karena jauh lebih tipis sehingga lebih nyaman dipakai.
  • Kedua, risiko ruam lebih kecil karena bahan kain lebih ramah terhadap kulit daripada bahan dasar popok sekali pakai.
  • Ketiga, lebih bersih. Menggunakan popok kain mengharuskan orang tua langsung mengganti popok dan membersihkan bayi bila buang air. Otomatis, kotoran dan bakteri tidak akan berdiam lama. Tidak seperti penggunaan popok sekali pakai yang cenderung membuat orang tua ‘menunda’ membersihkan bayi bila tidak ada ‘kebocoran’. Penggunaan cloth diaper bisa menjadi alternatif, bila orang tua ingin mengajak bayi bepergian. Tapi ingat untuk selalu mengganti cloth diaper maksimal empat jam pemakaian.
  • Keempat, memancing komunikasi antara ibu dan bayi. Biasanya bayi akan memberi tanda bila akan buang air. Dan (biasanya) orang terdekat bayilah yang mengerti bahasa bayi tersebut. Penggunaan popok kain bisa sekaligus menjadi toilet training sejak dini bagi ibu dan bayi. Dengarlah dan berusahalah mengerti apa yang bayi bunda inginkan.
  • Kelima, hemat biaya. Penggunaan popok sekali pakai secara teratur, menghabiskan dana sekitar satu setengah juta rupiah perbulan. Jumlah yang sangat cukup untuk dialokasikan ke dana pendidikan anak kita kelak.

Nah, di atas adalah dampak non-lingkungan dari penggunaan popok kain. Dampak lingkungan sudah pasti mengurangi sampah plastik yang sulit diuraikan.

3. Gunakan pembalut kain (reusable menspad) atau menstrual cup untuk menampung darah menstruasi ibu. Setelah bayi kita ajak cinta lingkungan, giliran mamanya yang beraksi. Dimulai dengan menyikapi tamu bulanan. Menstruasi umumnya hadir sejak kita remaja belasan tahun hingga kita menginjak usia sekitar lima puluh tahunan. Jangka waktu yang cukup lama, meskipun sudah dikurangi masa hamil dan menyusui. Kebayang donk, berapa jumlah sampah pembalut yang kita sendiri hasilkan. Yuk, hentikan pembuangan sampah dengan mulai menggunakan pembalut kain atau cup.

  • Pembalut kain adalah pembalut yang setelah dipakai kemudian dicuci-jemur-pakai. Agak ribet sih. Tapi sebenernya lebih sehat. Karena permukaan pembalut kain lebih ramah bagi kulit dan menurunkan risiko iritasi karena bahan kimia. 
  • Menstrual Cup adalah wadah penampung darah menstruasi. Cara kerjanya dengan memasukkan menstrual cup ke dalam vagina saat menstruasi. Terdengar agak menyeramkan yah. Tapi sebenernya menggunakan menstrual cup sangat nyaman dan praktis. Cukup sterilkan menstrual cup sebelum digunakan, pakai selama maksimal delapan jam, kemudian buang darah menstruasi dan bersihkan menstrual cup dengan air, lalu pakai kembali. Begitu seterusnya hingga masa menstruasi selesai. Menstrual cup bisa dipakai hingga sepuluh tahun lho. Bayangkan berapa kilogram sampah pembalut sekali pakai yang berkurang dan berapa rupiah yang bisa kita simpan.

    macam-macam bentuk menstrual cup

    cara pemakaian menstrual cup

4. ASI rembes saat menyusui? Gunakan washable breastpad atau sekalian tampung dengan milk saver. Sama seperti barang sekali pakai yang lain, disposable breastpad sangat praktis, tipis dan cepat meresap. Selesai pakai tinggal buang. Beda dengan washable breastpad yang cenderung lebih tebal, daya tampung lebih sedikit dan lebih ribet karena setelah dipakai, harus dicuci-jemur. Tapi sama dengan reusable item yang lain, washable breastpad lebih ramah lingkungan dan lebih ramah terhadap kulit. Atau, sekalian saja ASI ibu yang rembes saat menyusui atau pumping ditampung dalam milksaver. Harga milksaver memang jauh di atas washable breastpad atau bahkan disposable breastpad. Tapi tiap tetesan ASI itu berharga bunda. Tidak sedikit Ibu yang berharap memiliki ASI melimpah sampai rembes. Jadi, kalau bunda termasuk pemilik ASI berlimpah, kenapa tidak ditampung saja rembesannya. Ada beberapa merk milksaver di Indonesia dengan variasi harga. Semua sama nyamannya dan sama-sama ramah lingkungan.

washable breastpad

milkies milk saver

avent breast shells

5. Gunakan Handuk atau Saputangan daripada Tissue atau Kapas. Masih menggunakan tissue atau kapas untuk membersihkan make up, mengelap keringat, membersihkan sisa makanan di sekitar mulut, mengeringkan sisa air setelah basuh, hingga mengusap air mata di kala galau…?? Duh, stop nyampahnya yuk mommies… Kita ganti kapas dan tissue dengan handuk atau saputangan aja. Lebih lembut di kulit, bisa dipakai berulang-ulang, kotor tinggal lempar ke ember. Sampah berkurang. Dompet tetep tebel. Memang sih, harga kapas dan tissue itungannya receh. Tapi receh-receh kalau dikumpulin bisa buat beli sepatu baru lho… 😉

6. Pilih buah sebagai cemilan keluarga. Kenapa buah? Karena sehat, segar, halal, murah, bebas pengawet dan sampahnya sangat mudah membusuk. Ngga perlu buah-buahan yang ribet. Pilih yang murah dan mudah ditemui. Seperti pisang, jeruk, pepaya, dan lain sebagainya. Belinya ngga perlu langsung borongan, dikit-dikit aja tapi sering. Biasakan juga anak kita untuk makan dan suka buah. Kurangi atau berhenti beli cemilan kemasan. Karena selain umumnya mengandung pengawet, cemilan kemasan juga mengalami proses pengolahan cukup panjang. Dan yang pasti, harganya lebih mahal. Jadi, ngapain beli makanan mahal bila ternyata tidak sesehat buah segar yang lebih murah dan sehat.

See mommies… Ternyata cinta lingkungan itu memberi dampak sangat positif bagi kesehatan, keuangan dan kecantikan. Hanya dengan tindakan-tindakan sederhana namun berkala, kita sudah memberi sumbangan positif yang nyata. Tak hanya bagi lingkungan secara luas, tetapi juga bagi diri sendiri dan keluarga.

Let’s Go Green…!!! From now on…!!!

cheers,

Indah – momAmore

Advertisements