Tags

, , ,

image

breastfeeding my 21mo Kanaka while pregnant my 28w unborn baby

pregnant me wearing momamore nursing wear

Hamil saat sang kakak masih berusia di bawah dua tahun cukup menantang. Rata-rata kehamilan dengan jarak yang singkat adalah kehamilan yang tidak direncanakan. Accidentally. Seperti yang saya alami. Rasa yang ada saat melihat testpack menunjukkan tanda positif adalah perpaduan galau dan senang.

Saat mengandung sang adik, saya masih menyusui sang kakak. Beruntung usianya sudah di atas satu tahun. Sehingga, kebutuhan akan asi tidaklah prioritas. Sesi menyusui tidak terlalu sering. Kakak saya latih untuk tahu apa kebutuhannya. Kalau lapar ya makan. Kalau haus ya minum. Tapi tetap saja, saya masih ingin memberikan asi dan kakak pun masih ingin menikmati asi saya. Gayung bersambut kan. Menyusui adalah sesi senang-senang antara kami berdua.

Lalu, bagaimana dengan kandungan saya.

Konsultasi dengan dokter kandungan yang pro asi, menjadi langkah awal saya untuk tetap menyusui. Pastikan bahwa kandungan cukup sehat dan ibu cukup kuat untuk tetap menyusui saat hamil. Ketika dokter menyatakan bahwa status kandungan sehat dan normal, lalu ibu pun dalam kondisi prima, maka kehamilan bukanlah halangan untuk tetap menyusui. Bahkan, bagi saya pribadi terasa begitu indah ketika sang kakak dan adik bisa sama-sama mendapatkan hak-nya tanpa saling merampas. Dan saya sebagai ibu merasa sangat bahagia bisa tetap memenuhi kebutuhan anak-anak saya sejak dini.

Tapi, menyusui saat hamil tentu saja membutuhkan usaha yang lebih keras. Ibu harus menjaga kualitas dan kuantitas asupan.  Air, kalsium, protein, karbohidrat, folat, serat dan mineral-mineral lain harus masuk dengan jumlah yang cukup. Artinya, ibu harus makan dan minum lebih sering. Tentunya dengan menu yang bergizi.

Oia, sebenernya tidak semua orang mendukung ibu-ibu hamil yang menyusui. Kemauan saya ditentang habis-habisan sama orang tua. Dan, pura-pura budeg pun kadang ngga mempan. Apalagi kadang nih, kalau orang tua udah ikut campur dan keukeuh kalau kakak harus disapih. Sakit hati ngga sih. Nah, karena itu, perkaya dukungan dari orang-orang terdekat dan terpercaya. Kalau orang tua menentang, minta dukungan penuh dari suami. Minta juga dukungan dari dokter kandungan, kalau kita memang mampu. Cari artikel-artikel kesehatan yang mendukung bahwa menyusui saat hamil itu aman. Tentunya sekali lagi, bila kandungan sehat dan ibu kuat. Kumpulkan fakta tertulis atau visual sebanyak-banyaknya, tentang keamanan menyusui saat hamil. Print dan tunjukan pada mereka yang menentang. Artikel bisa diambil dari sini dan sini dan banyak lagi.

Yang harus selalu diingat dan sudah saya sebutkan di atas adalah, menyusui saat hamil sangat menantang. Akan ada sedikit keluhan. Yup, anggap saja keluhannya sedikit, supaya kita lebih kuat menjalani masa menyusui saat hamil. Keluhan-keluhan yang paling familiar dan tentunya terjadi pada saya juga adalah gampang haus, mudah lelah, cepet kepanasan, puting sensitif, dan kontraksi. Bagi saya, keluhan-keluhan di atas masih bisa diatasi. Haus ya minum. Lelah ya istirahat. Kepanasan ya ngadem. Kalau puting sensitif, humm… sabar dan ikhlas. hehehe. Just do deep inhale sebelum menyusui. Kontraksi biasanya saya alami kalau isi perut kurang. Artinya sesajen untuk sang adik dan tubuh saya kurang. Jadi triknya, isi perut sebelum menyusui. Mungkin akan ada beberapa keluhan lain. Stop mengeluh dan cari jalan keluar. Kalau ngga ketemu, konsultasikan dengan dokter kandungan.

Terakhir, pilihlah pakaian yang nyaman buat tubuh kita. Untuk pakaian dalam, pilih bra berbahan katun tanpa kawat dan pakai celana dalam katun yang ukurannya sesuai. Hindari push up bra full kawat atau celana dalam sempit. Apalagi model thong. Walanek, bukannya seksi malah sakit semua. Untuk outfit, pilih pakaian yang fashionable tapi tetap nyaman dikenakan, saat hamil dan menyusui. Seperti koleksi-koleksi momAmore. Bisa dipakai dari saat kita hamil sampai menyusui, juga saat hamil dan menyusui. Praktis, irit dan cantik.

sehat selalu mamas…

cheers,
Indah – momAmore

Advertisements