Tags

, , , , ,

Bulan madu atau honeymoon biasanya menjadi agenda penting menjelang pernikahan. Ketika cinta sedang meluap-luapnya. Ketika dunia serasa milik berdua.

Namun, saat tahun demi tahun pernikahan bertambah, bara asmara mungkin tak sepanas dulu. Honeymoon atau bulan madu bersama pasangan sudah bukan lagi agenda utama. Prioritas kini berpindah ke anak-anak. Sangat benar bahwa anak-anaklah pelengkap kebahagiaan sebuah keluarga. Anak-anak menjadi aset masa depan, dunia akhirat. Tapi pasangan juga sebaiknya tetap ditempatkan di posisi terbaik. Karena menjaga kehangatan cinta adalah salah satu kunci indahnya pernikahan. Dan tak ada salahnya mengobarkan lagi api asmara bersama pasangan.

“Gimana rasanya?” “Rasanya apa?” “Gimana rasanya disayang sama orang yang menganggap bahwa kamu adalah pusat jagad raya dia?” “Hm…. indah.” (Gege Mengejar Cinta)

Karena itu saya merencanakan honeymoon tepat pada 5th wedding-anniversary, dua tahun lagi. Dan rencananya, akan terus menjadi tradisi perayaan lima tahunan pernikahan. Hanya berdua saja. Saya dan suami.

Tapi kembali lagi, honeymoon bukan prioritas keluarga. Pun dilihat dari segi perencanaan keuangan keluarga, urutannya jauh di bawah dana pendidikan, dana pensiun, cicilan rumah, cicilan kendaraan, biaya asuransi, dll dsb. Mumet kan. Maka, saya pun harus putar otak menyiapkan anggaran untuk bisa mewujudkan bulan madu impian.

Saya berpedoman pada salah satu kalimat wejangan dari situs referensi keuangan www.liveolive.com, whatever you decide, make sure it’s worth it. Karena itu, saya mencari jalan tengah, bagaimana agar bisa mewujudkan bulan madu impian, dengan kondisi keuangan yang ada. Jangan sampai keinginan menggebu, mengaburkan kepentingan yang lebih prioritas.

Saya akan mulai menentukan lokasi bulan madu. Inginnya, bisa berbulan madu di tempat romantis dengan layanan privat sekaligus bisa menikmati suasana setempat yang berbeda. Tentu saja dengan harga terjangkau, menimbang hingga dua tahun lagi, kondisi keuangan masih pas-pasan. Maka, wisata lokal seperti Bali atau Lombok menjadi alternatif bulan madu kami.

Meskipun hanya pergi ke tujuan wisata dalam negeri, namun penawaran paket bulan madu ke Bali atau Lombok juga tidak terbilang murah. Setidaknya butuh dana IDR 5.000.000,00 per pasangan untuk liburan tiga hari dua malam di Bali. Belum termasuk tiket pesawat, akomodasi dan transportasi di luar paket, belanja dan lain sebagainya. Untuk angka aman, katakanlah kami membutuhkan IDR 8.000.000,00 . Bila kenaikan biaya sampai 20% per tahun, maka biaya perjalanan bulan madu di Bali menjadi IDR 11.520.000,00. Uhuk, banyak juga yah.

Kalau ada niat pasti ada jalan. Mari atur strategi agar bisa berangkat *pasangikatkepala.

Sebenernya, ‘hanya’ dengan menabung sebesar IDR 500.000,00 saja per bulan, kami dapat mengumpulkan IDR 12.000.000,00 dan menikmati bulan madu di Bali tepat dua tahun lagi. Tapi angka IDR 500.000,00/bulan tidak sedikit, mengingat masih kebutuhan yang lebih prioritas dan lebih membutuhkan dana.

Tapi smart mama (baca= kepepet mama) tentu harus tau cara memenuhi tujuan perjalanan bulan madu ke Bali dalam waktu 2 tahun lagi, tanpa harus memangkas kebutuhan dana yang lebih penting. Berikut tips & trik (dari dan untuk) saya mewujudkan bulan madu impian.

  1. Kurangi aktivitas hura-hura. Tiap orang tentu butuh penyegaran setelah bergelut dengan rutinitas sehari-hari. Tapi, penyegaran tidak harus sering dan mahal kan. Kurangi aktivitas hura-hura kita. Kalau biasanya seminggu dua kali, kurangi jadi seminggu sekali. Pilah pilih tempat hiburan keluarga yang tidak terlalu menguras kantong. Penghematan atas aktivitas hura-hura bisa menghasilkan digit demi digit dana honeymoon.
  2. Stop keinginan dan kebiasaan belanja impulsif. Alihkan keinginan belanja barang-barang yang kurang penting ke dana bulan madu. Lakukan kontrol penuh terhadap uang & keinginan kita. The ability of self-control will ultimately make us chooses to saving and investing rather than spending (for unimportant things).
  3. Rajin periksa & manfaatkan paket promosi bulan madu. Kumpulkan informasi dan manfaatkan promo restaurant, tempat spa, tiket tempat wisata hingga transportasi. Tidak jarang tempat usaha di lokasi tujuan memberi penawaran-penawaran khusus. Kadang mereka menjual paket promo melalui situs-situs diskonan. Rajin periksa dan manfaatkan jika memang perlu.
  4. Pesan hotel dan tiket pesawat dari jauh hari. Banyak maskapai dan penginapan dengan paket bulan madu yang menawarkan diskon besar-besaran untuk reservasi yang dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa hotel bahkan berani memberi penawaran potongan harga hampir 50% untuk pasangan yang  melakukan pemesanan beberapa bulan sebelumnya. Manfaatkan peluang ini untuk berbulan madu lebih hemat.
  5. Pergi berbulan madu bukan di musim liburan. Hindari berbulan madu di musim liburan atau saat banyak wisatawan datang berkunjung ke tempat yang kita inginkan. Hal ini untuk menghindari harga yang membuat kita tahan napas karena shock. Banyak fasilitas wisata (mulai maskapai, penginapan, restaurant, dll) menawarkan potongan harga menggiurkan untuk mereka yang datang berkunjung di masa-masa sepi pengunjung.  Nilai lebihnya, kita bisa berhemat sekaligus menambah privasi.
  6. Tidak terima ‘titipan & pesanan’. Sebelum berangkat berbulan madu, ngga perlu ‘pasang pengumuman’ ke banyak orang. Cukup sampaikan rencana berbulan madu pada orang terpercaya yang akan menjaga anak-anak kita. Hal ini untuk menghindari titipan & pesanan barang-barang dari tempat tujuan honeymoon kita. Kalaupun ada yang tahu, tegaskan bahwa kita tidak menerima titipan atau pesanan dalam bentuk apapun.
  7. Berinvestasi secara berkala. Last but not least, kita tetap harus mengumpulkan uang secara berkala. Khusus untuk dana honeymoon, saya melakukan differensiasi instrument investasi. Reksadana pasar uang yang dananya sengaja disisihkan dari anggaran bulanan sebesar IDR 200.000,00-IDR300.000,00 dengan asumsi imbal hasil sebesar 6% per tahun. Tabungan tradisional, yang dananya berasal dari poin satu dan dua di atas, untuk kemudian disiagakan membayar promo pada poin tiga dan empat di atas. Oia, saya termasuk suka mengambil risiko dalam berinvestasi. Maka, sebagian dari hasil penghematan poin satu dan dua juga akan saya alokasikan ke pasar modal dalam bentuk saham. Investasi saham bisa menghasilkan profit lumayan lho. Asal kita mampu disiplin.

Jadi, jangan biarkan momen penting dalam hidup kita menjadi kurang berkesan. Apapun tujuan keuangan kita, mau ber-every-5years-wedding-anniversary-honeymoon seperti saya atau yang lainnya, sangat mungkin dilakukan. Asal kita melakukan persiapan & eksekusi yang baik dan bijak.

Untuk referensi dan kiat mengatur keuangan lebih lengkap, yuk

”Like” Facebook Fan page https://www.facebook.com/MyLiveOlive
“Follow” twitter : https://twitter.com/MyLiveOlive |
“Follow” Google+ Page : https://plus.google.com/b/109724956281090737591 |
dan “Subscribe” ke channel YouTube : http://www.youtube.com/user/MyLiveOlive

Happy Honeymoon 🙂

Indah-momAmore

Advertisements