Tags

, , , , , , , , ,

Pekerjaan saya lumayan sering mengharuskan saya melakukan perjalanan keluar kota. Tujuan perjalanan dinas biasanya adalah pedalaman Indonesia atau daerah konflik yang sering kali jauh dari fasilitas bintang 5. Sesekali saya harus menghadiri konferensi atau seminar di kota-kota besar yang pesertanya kebanyakan lelaki. Saya sangat mencintai pekerjaan saya.

Saat anak saya lahir, saya berkomitmen penuh untuk memberikan anak saya asi selama 2 tahun karena yakin itu adalah yang terbaik. Berbagai rintangan muncul, saat saya menjalankan komitmen tersebut terutama saat jadwal keluar kota  dari kantor mulai padat. Dengan dukungan suami dan keluarga saya yakin bahwa dengan persiapan yang baik, komitmen saya untuk memberikan asi akan tetap dapat terlaksana bahkan saat saya harus pergi untuk melakukan perjalanan kerja sekalipun.

Berikut adalah langkah-langkah persiapan yang saya lakukan agar acara memompa dalam rangka menjaga stok asip tetap terjaga walau ibu harus melakukan perjalanan keluar kota.

1. Lakukan perjalanan dengan maskapai penerbangan yang ramah terhadap ibu menyusui.

Perjalanan saya disiapkan oleh agen perjalanan yang berada di kantor, biasanya saya minta 2-3 daftar maskapai penerbangan untuk melihat waktu yang paling sesuai, dan yang lebih penting ramah terhadap ibu menyusui. Saya selalu menghubungi pihak customer service  di kantor maskapai terlebih dahulu agar yakin bahwa mereka memiliki layanan yang mendukung rencana saya untuk memompa selama perjalanan. Saya sempat kaget, teryata banyak loh maskapai yang ramah terhadap ibu menyusui, bahkan ada yang sampai menawarkan jasa untuk mencuci botol. Tapi ada juga yang tidak mendukung, jadi harus teliti sebelum membeli tiket.

2. Cari dukungan dari bos di kantor.

Sering kali saya tidak melakukan perjalanan tersebut sendiri tetapi dengan bos saya. Sejak saya masuk kantor, saya sudah utarakan bahwa saya akan meminta waktu untuk memompa asip. Saya cetak peraturan WHO dan juga pemerintah Indonesia untuk jaga-jaga kalau-kalau mereka keberatan. Ternyata sambutannya baik, bos saya sampai terbengong-bengong saat melihat saya semangat sekali memompa asi. Mereka tidak bertanya dua kali saat saya menyisipkan jadwal memompa di sela agenda pertemuan, malah kadang mengingatkan agar tidak terbawa jadwal yang padat dan menunda-nunda.

3. Pendingin di penginapan.

Memang paling nyaman apabila saya memiliki fasilitas bintang lima saat menginap selama perjalanan. Sayangnya saya juga kebagian menginap di hotel yang minim fasilitas. Biasanya sebelum memutuskan akan menggunakan hotel minim fasilitas, saya menghubungi pihak manajemen hotel agar mencarikan solusi agar saya bisa menitipkan asip. Biasanya mereka akan dengan senang hati menyimpankan asip saya di lemari pendingin di dapur.

4. Persiapkan peralatan ‘perang’ secara teliti.

Bagi saya, ini super penting, berikut peralatan memerah saya:

  1. Pompa mini elektrik Medela. Bentuknya yang mungil memungkinkan saya untuk membawanya ke mana saja. Cukup dimasukan ke dalam kotak transparan kedap udara dan masukan ke dalam tas. Saya tidak perlu memasukannya ke dalam tas terpisah. Saat bepergian, cukup repot apabila harus membawa terlalu banyak tas. Pompa listrik ini juga dapat dipakai dengan baterai, jadi tidak perlu tergantung aliran listrik.
  2. Tas pendingin Avent. Ini juga jagoan karena bentuknya yang kecil, jadi tidak merepotkan mobilitas saya. Cukup untuk membawa hasil perah selama di luar penginapan atau selama perjalanan di pesawat.
  3. Kotak pendingin Rubbermaid. Benda ini tidak tergantikan. Memang cukup makan tempat, tapi karena durasi yang panjang, saya harus membawanya. Saya tidak mungkin hanyak berbekal tas pendingin untuk membawa hasil perah selama perjalanan 4-6 hari, karena tidak muat. Membawa hasil perah yang sudah dibekukan di hotel terlebih dahulu pun menurut saya lebih praktis dengan kotak pendingin ini karena tinggal dimasukkan ke dalam bagasi pesawat berikut biang es-nya. Stok asi InsyaAllah aman sampai di rumah nanti.
  4. Apron menyusui Momamore. Apron menyusui ini sangat membantu saya karena menutupi satu torso penuh. Saya dapat dengan nyaman memompa asi di mana saja tanpa harus menemukan ruangan tertutup atau saat di pesawat. Apron ini juga membantu saya saat menyusui di depan umum, bayi saya cukup nyaman berada di dalam apron. Kota tempat tujuan saya juga beraneka rupa dan kebanyakan tidak punya ruang khusus untuk memerah asi. Si apron ini benar- benar sahabat sejati.
  5. Kantong asi Nature. Kantong asi sekali pakai memang kurang ramah lingkungan, tetapi menghemat tempat di dalam kotak pendingin. Kantong asi juga menjadi pilihan karena tidak seberat botol kaca asi. Kebayang kan repotnya kalau harus gemerincing bawa botol kaca kosong ke mana-mana. Kantong asi ini BPA free dan mudah didapatkan di online shop apabila saya lupa membeli di toko peralatan bayi, cocok menjadi pilihan apabila saya harus melakukan perjalanan mendadak.

Untuk semua ibu yang senasib dengan saya, jangan pernah menyerah… tetap semangat. Semua rintangan pasti ada solusinya. Prioritaskan pemberian asi pada anak.

 

Cheers,

AndinimomAmore

Advertisements