Tags

, ,

Moms, please answer this… when was the last time you were just “you?”

Sebagai ibu, kita juga manusia biasa yang butuh waktu untuk diri kita sendiri, di tengah kesibukan kita sebagai… apapun… ibu rumah tangga maupun wanita karir… yup, ‘me time’…

Lalu, pernahkah kita bertanya pada anak-anak, when were the last time they were just ‘them’? when and what is their favorite ‘time’??

Maybe never, huh…?!?! Because, maybe we already know the answer. Yup, the answer is one and only… PLAYTIME…!!!

Sama seperti kita saat ber-me-time, saat bermain adalah yang paling membuat mereka lupa waktu. Bahkan, bisa jadi saat mereka bermain, mereka akan lupa makan dan istirahat. Tak peduli dengan siapa mereka bermain, tak peduli apa yang mereka mainkan tak peduli panas dan hujan. As long as it’s fun, they will keep on and on and on playing. Saat bermain adalah saat-saat yang paling mereka tunggu. Sejak detik pertama mereka akan selesai bermain. Yes, bahkan sebelum mereka berhenti bermain, mereka sudah menantikan sesi bermain selanjutnya. Buktinya, kita sering dengar kalimat :

“besok main lagi ya…”

“mainnya udah dulu ya, nanti main lagi…”

Dan ekspresi yang terpancar di wajah mereka adalah gabungan kekecewaan dan harapan akan kedatangan waktu main berikutnya.

Terus terang, sebelumnya saya pribadi menganggap sepele acara bermain anak-anak, meskipun saya telah memiliki dua orang anak. Saya sempat berpikir, bermain tidak sepenting makan dan tidur bagi anak-anak. Sampai saya melihat video berjudul “Wajah Bermain” dari Rinso #KidsToday Project.

Saya terharu sekali melihat wajah anak-anak itu kala bermain. Begitu ceria, bersemangat, bergairah, terpercik guratan penasaran juga di sana, namun begitu tulus dan murni. Ekspresi yang benar-benar datang dari hati. Saya lalu membuka album foto anak-anak saya ketika bermain. Satu demi satu saya perhatikan. Saya menemukan ekspresi keriaan, semangat, dan penasaran yang sama. Wajah bahagia yang sama. Yang lalu menggugah hati saya dan menyadarkan pikiran saya tentang pentingnya bermain bagi mereka.

bermain di bawah kursi juga seru

bermain bersama di taman

Saya mulai belajar lebih serius tentang pentingnya bermain. Dari berbagai sumber bacaan, saya belajar bahwa kecerdasan, intelektual, kognitif, bahasa, emosi, sosial dapat berkembang lewat bermain. Luar biasa ya, manfaat bermain ini. Tak hanya itu, orangtua juga dapat mempererat hubungan dengan anak saat bermain bersama. Luas sekali ternyata efek positif dari bermain.

Saya pun mencoba instropeksi dan mengingat, sudah cukupkah waktu yang saya berikan untuk anak-anak bermain. Sudah cukupkah waktu yang saya luangkan untuk bermain bersama mereka. Sudahkah saya memberikan cukup kualitas dan kuantitas bermain untuk mereka.

Ah, kalau boleh jujur, sedih juga bila mengingat bahwa seringnya saya hanya menyisakan sedikit waktu untuk  bermain bersama anak-anak. Padahal kan seharusnya kan justru waktu, tempat dan keberadaan kita harus disediakan. Bukan disisakan. Lagipula masa anak-anak juga cuma sebentar. Kala mereka sudah beranjak dewasa, mereka akan punya dunia sendiri. Dan kita akan merindukan mereka. Merindukan wajah ‘bermain’ mereka.

indah

Advertisements