Tags

, , , , , , , ,

Minggu lalu, saya berkesempatan mengikuti seminar dari tupperware bertema #akuanaksehat, membangun Karakter Hidup Bersih, Sehat dan Mandiri. Super sekali ya, temanya.

Dari temanya aja, sudah kebayang bahwa isi seminarnya mengupayakan penuh pengajaran cara hidup bersih dan sehat pada anak-anak. Salah satu kampanye yang berusaha disebarluaskan adalah dengan membiasakan anak membawa bekal makanan bergizi ke sekolah. Yup, membawa bekal adalah salah satu kebiasaan hidup sehat lho. Kenapa…?? Saya cerita latar belakangnya dulu ya…

Anak usia sekolah, merupakan kelompok yang rawan terhadap masalah kesehatan. Karena di sekolah dan sekitarnya, banyak sekali jajanan-jajanan yang super seru, namun sayangnya belum tentu bersih dan sehat bagi konsumennya, terutama anak-anak. Padahal kondisi kesehatan sangat berpengaruh pada pencapaian prestasi. Iya donk, kalau anak sakit karena makan makanan atau jajanan yang kurang bersih atau kurang sehat, otomatis waktu belajar dan bermain mereka akan terganggu. Otomatis pula, berpengaruh ke prestasi anak-anak itu sendiri.

Faktanya, berdasarkan survey badan POM pada 9 Desember 2010, pangan jajanan anak sekolah menjadi salah satu penyebab kejadian luar biasa keracunan pangan. Hiiiyyy… Mengerikan sekali ya…

Ngga mau donk, anak kebanggaan kita, calon pemimpin bangsa, udah kurang sehat, kurang berprestasi pula. Karena itu, salah satu solusi praktis agar anak-anak usia sekolah tetap sehat adalah dengan membiasakan membawa bekal makanan sehat. Manfaat membawa bekal ini cukup banyak lho. Selain mencegah anak-anak jajan sembarangan, orang tua bisa lebih mengontrol asupan gizi dan kebersihan makanan yang dimakan anak-anak. Sekaligus melatih anak-anak untuk berhemat.

Tapi, tantangan orang tua tentu tidak sebatas memberi bekal saja pada anak-anak. Tidak semua anak bersedia dengan senang hati membawa bekal ke sekolah. Tidak sedikit pula ibu yang tau persis, bekal seperti apa yang sehat sekaligus disukai anak-anaknya. Menyiapkan bekal yang sehat dan disukai anak-anak, ada kiat-kiatnya lho.

1. Usia sekolah adalah masa-masa anak belajar bersosialisasi dan berkompetisi. Tak jarang, mereka suka saling pamer atas apa yang mereka miliki. Maka, buatlah bekal yang bisa dibanggakan anak pada teman-temannya.

2. Anak adalah makhluk yang suka berimajinasi namun mudah bosan. Maka, ciptakan nuansa dan cerita menarik pada bekal anak. Misalnya, ibu ingin membawakan bekal nasi dan ayam pada anak yang suka angry bird. Maka buatlah bekal nasi bernuansa angry bird, seperti gambar di bawah ini.

bekal bernuansa angry bird.

gambar diambil dari sini

3. Buat bekal dengan porsi yang banyak, agar anak-anak bisa membagi bekal mereka dengan teman-temannya. Cara ini bisa sekaligus mengajarkan anak untuk suka berbagi. Serunya lagi, anak-anak bisa menularkan dan menyampaikan ke teman-temannya kalau membawa bekal dari rumah itu asik, seru dan sehat.

4. Pilihlah menu makanan yang sehat dan bergizi. Hindari gula, garam, lemak berlebih serta makanan instan. Gula memberi ekstra asupan kalori yang tidak perlu. Sedangkan garam, bersifat mengikat air. Kelebihan gula dan garam berpotensi menyebabkan kegemukan pada anak. Pun lemak dan makanan instan. Potensial menyumbang penyakit tidak menular pada anak di kemudian hari.

5. Bagi orang tua, siapkan dan niatkan dengan baik dalam mempersiapkan bekal untuk anak-anak. Luangkan waktu yang cukup dan jangan terburu-buru dalam memasak bekal anak. Siapkan bekal anak-anak dengan cinta. Cinta itu akan terasa pada masakan kita, orang tua. Saat kita menyiapkan bekal ala kadarnya, anak-anak kita pun akan enggan makan bekalnya. Begitu pula sebaliknya.

Bagaimana bunda…?? Sudah siap memberikan bekal sehat bagi si kecil…?? Mungkin tidak mudah awalnya, tapi percayalah bahwa makanan sehat yang disiapkan dengan penuh cinta, akan menumbuhkan pribadi sehat dan menyenangkan… Agree…?? Good luck…

Indah

Advertisements