Tags

, , , , , , , , , , , , , , , ,

Dulu sebelum menikah, orang-orang di sekitar saya banyak yang bilang, kalau setelah punya anak, postur tubuh wanita pasti akan mengembang dan membulat. Perut buncit, paha membesar, tangan menggelambir, dan lain sebagainya. Yang namanya ibu seksi hanya milik para artis.

Namun nyatanya, saya adalah manusia beruntung yang tidak gemuk setelah punya anak. Malah termasuk kurus. Sejak melahirkan, berat badan saya turun terus dan terus tanpa henti. Rata-rata berat badan saya susut 1kg per bulan. Padahal, saya nafsu makan saya tinggi. Saya makan apa saja dan kapan saja.

Berat saya kemudian kembali naik. Bukan karena rajin makan, tapi karena saya hamil anak kedua. Setelah melahirkan, kejadian yang sama berulang. Berat badan saya kembali turun tanpa henti, 1kg per bulan. Awalnya saya senang-senang saja. Hidup ini begitu indah, saya makan bebas, ngga terlalu rajin olah raga, tapi tetap langsing.

Sampai suatu hari saya melakukan general medical check up. Voila, gula darah saya tinggi, kolesterol tinggi, fungsi hati kurang baik, jantung kurang fit. Pantas, belakangan saya mudah lelah, insomnia dan suasana hati buruk terus.

Saya diharuskan diet rendah gula dan rendah kolesterol. Saya semakin bingung, kalau saya diet, apa yang harus saya makan dan harus seberapa sedikit. Padahal di satu sisi, berat saya dari hari ke hari semakin susut.

sumber : instagram.com/femaledailynetwork

sumber : instagram.com/femaledailynetwork

Beruntung, saya berkesempatan mengikuti Ladies Day Out, event seru Female Daily bersama Klinik lightHOUSE. Dari awal saya baca pengumuman tentang event ini, saya langsung bersemangat untuk bisa berpartisipasi. Karena yang saya tahu, klinik lightHOUSE adalah klinik yang secara professional berhasil menangani berbagai macam kasus berat badan dan gangguan makan, dengan pendekatan yang sangat personal.

Klinik lightHOUSE sendiri didirikan oleh Dr. Grace Judio-Kahl, MSc, MH, CHt adalah seorang dokter pemerhati gaya hidup, seorang behaviour scientist dan weight control specialist serta ahli fisiologi. Kebayang ya, metode yang digunakan klinik untuk menangani para pasiennya pasti beragam dan menyeluruh.

goodie bag lightmeal dari lightHOUSE

goodie bag lightmeal dari lightHOUSE

Saya kemudian mengkonsultasikan problem saya pada dokter dan ahli gizi dari klinik lightHOUSE. Saya cukup beruntung karena ternyata masalah saya tidak membutuhkan perawatan dan obat-obatan khusus. Namun saya mendapatkan panduan pola makan yang mampu mencukupi kebutuhan nutrisi harian sekaligus mencegah kenaikan gula dan kolesterol dalam darah.

Saya juga mendapat daftar jenis makanan yang pantang dikonsumsi, yakni :

  1. Gula, semua jenis gula termasuk juga makanan dan minuman manis. Termasuk juga saus, sambal dan kecap kemasan. Karena mengandung gula, garam dan pengawet dengan porsi cukup tinggi.
  2. Tepung, semua makanan yang terbuat dari tepung, seperti roti, kue, biscuit, mie, dll.
  3. Minyak , semua makanan yang pengolahannya digoreng dan menggunakan santan.

Selain tiga jenis makanan di atas, ada beberapa pati/karbohidrat dan buah yang TIDAK boleh saya konsumsi, karena memiliki indeks glikemik tinggi. Makanan dengan indeks glikemik tingi adalah makanan yang dengan mudah dan cepat dicerna serta diserap tubuh, sehingga kadar gula darah akan meningkat dengan cepat secara signifikan.*)

Jenis pati/karbohidrat yang sebaiknya TIDAK saya konsumsi antara lain :

  1. Nasi putih
  2. Kentang
  3. Roti putih
  4. Sereal
  5. Bubur

Diganti :

  1. Nasi merah (setara satu gelas air mineral per porsi)
  2. Roti gandum (2lembar per porsi)

Saya boleh makan buah apa saja, kecuali :

  1. Alpukat
  2. Nangka
  3. Durian
  4. Manga
  5. Semangka
  6. Nanas
  7. Melon
  8. Kurma (hanya boleh dikonsumsi hingga maksimal 5 butir per hari)

Sedangkan lauk, saya disarankan makan :

  1. Tahu
  2. Tempe
  3. Putih telur
  4. Ikan
  5. Dada ayam tanpa kulit, 1kali seminggu karena saya golongan darah B serta ada keturunan alergi unggas dari ayah kandung.
  6. Daging merah, maksimal 2kali sebulan, 100gr per porsi. Kelebihan konsumsi daging merah berpotensi menambah kadar kolesterol dalam darah.

Cara pengolahan lauk sebaiknya diungkep, dibakar atau dipepes. Jika ingin digoreng, porsinya direduksi jadi setengahnya untuk mencegah kolesterol masuk terlalu banyak.

Konsumsi seafood dan jerohan juga dibatasi maksimal 2minggu sekali. Karena kandungan kolesterol dalam seafood dan jerohan cukup tinggi.

Karena berat tubuh saya terus menyusut dari hari ke hari, maka saya disarankan makan protein nabati dan/atau sayuran atau buah sebagai selingan di antara waktu makan. Tujuannya untuk menyeimbangkan jumlah kalori tubuh supaya berat badan terkunci dan tidak lagi turun.

Tubuh langsing (baca: kurus) bukan alasan untuk tidak olahraga. Jantung, metabolisme dan stamina akan lebih terjaga bila kita rajin olahraga. Luangkan waktu setidaknya 30menit sehari untuk bergerak aktif.

Sediakan pula setidaknya 20menit sehari untuk meditasi. Mensyukuri apa yang kita punya, mensyukuri kesempatan yang telah kita dapat untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

Salam sehat, semoga berhasil 🙂

*)Read more: http://diabetesmelitus.org/pengertian-indeks-glikemik/#ixzz3DZw4hQMq

Advertisements