Tags

, , , , ,

Jujur, saya bukan penggemar Barbie. Bagi saya, Barbie mengingatkan saya pada gadis manja, bergaya hidup mewah, dan suka berdandan. Karena itu, saya tidak terlalu tertarik membelikan Barbie untuk anak saya. Terlebih karena harganya juga ngga murah.

Kemudian, saya berkesempatan mengikuti Barbie’s Day Out blogger gathering bersama Mommies Daily. Saya pikir, baiklah, kenapa tidak. Sudah saatnya saya membuka pikiran tentang si cantik Barbie. Mungkin dari acara #BarbiesDayOutID ini, saya bisa melihat perspektif lain dari sang Barbie. Mungkin, akan ada hal informasi dan referensi positif tentang Barbie. Lagipula, semua anak saya perempuan. Siapa tahu mereka nanti cocok bermain dengan Barbie.

Di awal gathering, seluruh peserta diperlihatkan video mengenai Barbie. Video yang ‘saya’ banget. Mencerminkan dan sedikit menjawab apa yang ada di pikiran saya. Penasaran kan seperti apa videonya. Kita lihat bersama yuk.

bit.ly/BarbiesDayOutID

Saya kagum dengan kejujuran videonya. Sangat menarik, saat bagaimana sosok Barbie bisa mengundang berbagai reaksi dan opini dari kalangan dewasa. Di sisi lain, Barbie juga mengundang beragam aksi dan kreativitas dari anak-anak, lewat cara bermain yang mereka tunjukkan.

Oke, tapi keseruan di video itu kan belum tentu terjadi juga sama anak saya. Masih ada sedikit keraguan nih, untuk menjadikan Barbie sebagai teman main baru bagi anak-anak saya.

Beruntung di event ini hadir juga psikolog anak, Ajeng Raviando. Beliau menjelaskan, kalau Barbie bisa jadi sarana bermain imajinasi, bermain peran (role play), sarana peraga untuk anatomi tubuh, dan aktivitas bercerita (storytelling). Sebagai informasi tambahan nih, semua cara bermain itu, bisa menstimulasi kemampuan metakognisi anak. Metakognisi meliputi kemampuan mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.

Wah, banyak juga ternyata kegiatan yang bisa dilakukan bersama Barbie. Dan semua mudah diaplikasikan. Manfaatnya pun tak kalah banyak. Nah, sekarang tinggal praktik ke anak-anak sendiri.

Kaka at #BarbiesDayOutID

Kali pertama anak-anak saya bertemu Barbie ya di Barbie’s day out. Kaka, anak perempuan pertama saya, yang agak tomboy, langsung tertarik dengan mobil Barbie. Boneka Barbie yang ada di lokasi, langsung dia ajak berkendara. Kemana? “Ke kebon binatang. Mau lihat zebra. Terus ke pasar naik kuda.” Begitu katanya. Baiklah, ternyata benar juga yah, Barbie dan pernak-perniknya memang mengundang imajinasi anak.

Sesampainya di rumah, Kaka pelan-pelan bereksplorasi dengan Barbie. Kaka tidak serta merta langsung akrab dengan Barbie. Maklum, ini kali pertama dia memiliki boneka mungil yang cantik dan penuh detail. Kaka menganalisis bagaimana Barbie digerakkan, bagaimana memakaikan aksesoris ke Barbie, dan bagaimana menata rambut Barbie yang pirang. Karena baju Barbie yang Kaka miliki berwarna pink, sering kali Kaka juga memakai topi pink saat bermain bersama Barbie. Supaya kompak mungkin ya.

Kaka with Barbie at home

Kimi, anak kedua saya juga sangat antusias dengan Barbie. Tapi karena masih berusia satu tahun, kami sangat ketat mengawasi Kimi saat bermain Barbie. Kimi baru saya bolehkan pegang Barbie kalau ada ayahnya. Selain menghindari acara rebutan dengan kakaknya, juga supaya pengawasan bisa lebih fokus. Jangan sampai pernak-pernik Barbie yang super detail itu masuk mulut Kimi. Lagipula, main Barbie beramai-ramai terasa lebih seru. Ups, ternyata saya pun jadi ikut semangat nih main Barbie. Padahal awalnya saya ngga terlalu tertarik.

Bapak, Kaka, Kimi with Barbie

Bagaimana dengan mama? Punya pengalaman pengalaman seru dengan Barbie? Ceritakan yuk, dan ikuti kompetisi menulis blog tentang Barbie. Info selengkapnya, silakan kunjungi http://on.fb.me/1yd1fMd

Dan yang masih penasaran tentang Barbie dan kegiatannya, silakan kunjungi dan Like Fan Page Barbie Indonesia untuk mengetahui info lebih lanjut bit.ly/OfficialBarbieIndonesia

Rangkaian acara #BarbiesDayOutID masih akan berlangsung hingga Desember 2014 lho. Jangan sampai ketinggalan ya.

Advertisements