Tags

, , , , ,

Sudah lama ngga makan steak, semalam kami memutuskan untuk menutup akhir pekan dengan makan steak. Kebetulan seminggu ini, kami sibuk luar biasa. Dari mulai saya yang sakit di awal pekan, dilanjutkan Kimi yang demam dan mogok makan di pertengahan pekan, hingga suami yang sibuk luar biasa karena ada pekerjaan yang harus segera selesai. Benar-benar minggu yang padat merayap. Karena itu, kami ingin sekedar memanjakan lidah sekaligus mendinginkan kepala.

Nah, pas banget salah seorang teman suami merekomendasikan le Boeuf Steak, yang berada di kawasan radio dalam. Wah, cocok nih, lokasinya ngga jauh dari rumah kami. Kami tiba di le Boeuf Steak jam sembilan malam. Ngga terlalu susah mencari alamat restoran ini. Lokasinya berdekatan dengan Steakhotel by holicow TKP radal dan Cimory radio dalam. Sayang, lahan parkirnya sempit. Waktu datang, parkirannya penuh. Beruntung, ngga lama setelah kami tiba, ada mobil yang keluar.

Waktu masuk restoran, suasana pertama yang tertangkap adalah putih, terang, sederhana. Terlalu sederhana malah. Saya baru sadar kemudian kalau restoran ini berusaha menampilkan sajian ala Prancis setelah membaca menu dan memperhatikan beberapa ornamen pajangan di sekeliling ruang. Padahal dari nama restorannya saja sudah Prancis banget ya, le Boeuf Steak bahasa Prancis yang berarti steak daging sapi.

interior dan dekorasi le Boeuf Steak

Karena datang berlima (saya, suami, adik ipar, dan dua anak) saya pesan dua paket promo Oktober. Masing-masing berisi rib eye dan sirloin dengan side dish pilihan seharga IDR123.000,00 ++ dan ice tea.

Ada empat pilihan side dish.

  • Puree de pomme de terre (mashed potato with butter, garlic and cheese)
  • Pommes de terre rissolees (hash brown with deep fried mashed potato)
  • Frites (French fries with homemade seasoning)
  • Rice a l’ail (Garlic butter rice)

Karena penasaran, saya pesan semua kecuali Frites karena lagi kosong. Lagipula, how far can french fries taste goes. So, i’m ok with it. Hehehe…

Dan ada empat pilihan saus.

  • Champignon a la creme (cream mushroom)
  • Poivre noir (black pepper)
  • Le diable (a very hot and spicy sauce)
  • Le sauce barbeque (homemade barbeque sauce)

Saya juga pesan semua pilihan saus.

Untuk steak, saya pesan tiga tingkat kematangan berbeda. Satu sirloin welldone, satu sirloin medium well dan dua rib eye medium.

Kebetulan memang restoran ini sedang sepi saat kami berkunjung. Pelayannya ramah dan inisiatif. Saat melihat saya datang dengan balita dan bayi, mereka dengan cekatan menawarkan dan mengantarkan baby chair. Lalu, saat anak balita saya kesulitan makan steak, mereka dengan sigap menawarkan untuk memotong steak anak saya. Product knowledge para pelayannya juga bagus. Servisnya juga cukup cepat. Ice tea langsung datang ditambah satu mangkok compliment berupa potato skin chips langsung datang, tak lama setelah saya pesan makanan dan minuman. Potato skin chips nya enak, asin krispi. Ngga bisa berhenti ngunyah sampai habis.

ice tea & potato skin chips

Sekitar lima belas menit kemudian, steak pesanan kami datang. Saya mulai mencoba side dishnya.

Semuanya rata-rata enak. Puree nya, lembut tapi padat. Dan ngga seperti kebanyakan puree yang suka bikin seret, puree di sini enak. Rissolees nya juga oke. Meski diolah deep fried, tapi ngga oily dan bikin gatal tenggorokan. Agak kurang garing sih di luar. Tapi bagian dalamnya cukup moist dan lembut. Rice nya, cukup gurih. Cuma agak keasinan. Dan nasinya agak keras. Overall, side dish patinya oke.

Selain side dish pati, dapet salad juga. Saladnya berupa campuran sayur mentah seperti selada, timun, tomat dengan dressing saus lemon. Saladnya segar. Saus lemonnya terasa cukup ringan dengan tekstur kental yang pas. Buat saya, ini nilai positif. Saya jarang menjumpai menu steak yang disajikan dengan salad mentah. Rasa di lidah jadi lebih seimbang dengan adanya salad ini.

leBoeuf Steak pesanan kami

Steaknya sendiri bertekstur cukup empuk. Bahkan kalau dikunyah, nyaris tidak meninggalkan serat. Hanya kurang beroma dan rasa dagingnya kurang tajam. Bumbunya seperti kurang meresap ke daging. Bagi saya, dagingnya terasa seperti diolah dengan cara direndam air suhu agak tinggi baru kemudian dibakar. Karena warna dagingnya juga agak kelabu seperti daging rebus. Tapi ini menurut lidah dan mata saya lho. Kebetulan kemarin ngga sempe ngintip ke dapurnya. Hehehe…

Untuk saus, semua saus bertekstur padat dan kaya. Rasanya juga cukup tajam. Terutama Poivre noir dan Le diable. Rasa black pepper dan pedasnya nendang. Sedangkan Champignon a la creme dan Le sauce barbeque rasanya terbilang aman. Tidak buruk tapi tidak istimewa.

Oiya, saus di sini ngga bisa refill. Kalau mau refill, kena charge IDR10k per saus. Tapi setelah itu bisa refill sepuasnya. Untuk minum, hanya ice tea dan lemon tea yang bisa refill. Lainnya ngga bisa.

Karena sudah malam dan cukup kenyang, kami tidak memesan desert. Mungkin lain kali kalau kami mampir lagi, mau coba makan desertnya.

Simpulan :

(+)

  • Lokasi mudah dicari
  • Service cepat dan ramah
  • Harga promo murah meriah
  • Pilihan side dish variatif
  • Salad segar
  • Tekstur steak empuk

(-)

  • Tempat parkir sedikit tapi ada valet service
  • Rasa steak agak hambar. Bumbu kurang meresap
  • Ngga bisa refill saus
  • Suasana tempat terlalu datar. kurang terasa Prancis.

Simpulannya, leBoeuf steak worth to visit. Apalagi dengan adanya promo IDR123k++ for sirloin & rib eye selama oktober ini. Jadi, ayo buruan cobain. Psst,.. jangan khawatir, katanya akan selalu ada promo berbeda tiap bulannya. Untuk tahu informasi lebih lanjut, kunjungi aja facebook leBoeuf Steak. Happy steak-ing… 🙂

Advertisements