Tags

, , , , , ,

Kita adalah apa yang kita makan. Duh, klise banget ya. Memang sih, pengennya hidup sehat, pola dan menu makan terjaga. Tapi kan kadang susah juga yah menahan diri untuk tidak makan ngga sehat. Apalagi kalau ada sahabat yang ngajakin makan enak, kalau ada resep masakan baru yang menggoda, kalau boss tiba-tiba baik hati mau nraktir, kalau ada restoran baru buka yang ngehitsnya sejagat, kalau ada suguhan dari event tertentu, sampai kalau dikasih ransum masakan mertua yang sedepnya ngga ketulungan. Sejuta alasan akan selalu ada untuk menggoyahkan iman kita.

Lalu, bagaimana menghadapi segala cobaan dan bertahan dengan pola dan menu makan sehat?

Jujur, sebenernya sampai sekarang saya juga ngga punya jurus pamungkas untuk benar-benar jauh dari makanan kurang sehat. Tapi saya punya cara untuk setidaknya meminimalisir konsumsi makanan kurang sehat. Beberapa cara jitu menurut saya adalah :

  1. Selalu tanamkan dalam benak kita bahwa makanan sehat itu enak dan bisa dimasak sendiri. Tinggal kita yang harus kreatif mengolah dan memilih bahan-bahan sehat menjadi santapan yang menggugah selera. Oia, ngga perlu kemampuan tingkat tinggi juga kok untuk bisa menyajikan makanan sehat dan enak, cukup bongkar pasang bahan-bahan dengan beragam jenis olahan. Misalnya, dari satu tahu, bisa dimasak jadi bacem, pepes, tahu kuah, semur tahu, oseng tahu, tahu isi, shabu tahu, hingga salad tahu. Macem-macem kan. Contoh lain, memilih minyak goreng berbahan dasar soya, seperti Happy Soya Oil misalnya. Selain rendah lemak jenuh, protein dan isoflavon dalam kedelai membantu mengkontrol kolesterol dan mencegah kanker. Jadi, mari kembali ke dapur, masak sendiri makananmu, pilih sendiri bahan makananmu, yang sehat dan berkualitas.
  2. Mengurangi konsumsi protein hewani dan beralih ke protein nabati. Hasil tes kesehatan terakhir saya menunjukkan nilai minus di kadar kolesterol dan gula darah. Oleh nutritionist, saya disarankan memperbanyak konsumsi protein nabati dan mengurangi protein hewani. Jadilah, menu berbahan soya hampir setiap hari hadir menghiasi meja makan. Saya suka tahu dan tempe. Dari mulai masak bacem, pepes, hingga dicampur dengan sayur. Kebetulan saya lagi dalam tahap belajar food combining juga. Nah, si tahu tempe ini tetep cocok dimakan bareng pati dan sayur. Klop deh.
  3. Mengkonsumsi lebih banyak serat. Paling mudah dan cepat, saya mengkonsumsi green smoothies. tinggal campur, blender, santap, beres. Tapi ngga hanya green smoothies aja, di meja makan pun harus ada hidangan sayur. Biar ngga bosen dengan sayur yang itu-itu aja, saya jadi lebih sering ngulik resep-resep aneka olahan sayur. Dari yang pake kuah bening, kuah butek, tumisan sampai yang paling gres dan seger, salad dengan dressing berbahan soya oil. Selain rendah kalori, ternyata rasanya enak dan segar. Terakhir, mengganti nasi putih dengan nasi merah.

IMG20140806114909IMG20140826101834    IMG20140812122411

Intinya adalah mulai dan biasakan. Mulai dari satu langkah untuk mencoba makan-makanan sehat, lalu biasakan. Setelah kita terbiasa makan makanan sehat yang kita masak sendiri, maka dengan sendirinya saat ada godaan untuk makan makanan kurang sehat, kita akan berpikir ulang untuk ikut mengkonsumsinya. Yah, sesekali boleh lah memanjakan lidah dengan colak colek makanan-makanan enak tinggi gula, lemak, kolesterol. Tapi kemudian tetep inget yah, untuk memanjakan tubuh dan organ-organ pencernaan dengan kembali makan makanan sehat.

salam sehat

Advertisements