Tags

, , , , , ,

Menjelang usia tiga puluh, kesehatan kulit menjadi perhatian khusus bagi saya. Elastisitas dan kekenyalan kulit terasa sekali tidak sesegar saat remaja. Permasalahan rumah tangga, juga datang silih berganti menyita tenaga, waktu dan pikiran. Sedikit banyak, segala faktor ini menjadi pengaruh dalam kesehatan kulit saya. Kulit saya kini mudah sekali kusam, cenderung kering, dan seakan mudah dehidrasi.

Apalagi, saya juga telah melahirkan dua putri cantik yang meninggalkan kenang-kenangan berupa strechmark lucu di perut bawah. Meski letaknya tersembunyi, tapi kan bagian-bagian tubuh yang pribadi justru menjadi bagian istimewa bagi suami. Bagaimanapun, tampil cantik dan menarik di hadapan suami kan hal yang baik.

Beruntung akhir Maret lalu, saya berkesempatan mengikuti TUMLuncheon bersama Bio Oil yang mengangkat tema happy skin healthier mama. Kulit kan bagian tubuh kita yang paling luas. Kalau kulit kita bahagia, tentunya kita juga lebih sehat.

Tapi seperti apa sih, skin yang happy itu…??

my happy face during TUMLuncheon

my happy face during TUMLuncheon 😀

Happy skin must be smooth, glowing and hydrated. Seperti itu menurut dr. Vania Satriadi. Lalu… faktor apa saja sih yang mempengaruhi kesehatan kulit…?? Ada empat faktor penting, yaitu :

  1. Environment. 
  2. Genetic
  3. Lifestyle
  4. Beauty regime

Kita bahas satu-satu ya. Mulai dari faktor lingkungan. Faktor lingkungan maksudnya adalah tempat dimana kita tinggal. Kebetulan kita hidup di Indonesia yang tropis atau bersuhu cukup tinggi sepanjang tahun, memiliki intensitas cahaya cukup tinggi, memiliki tingkat kelembaban tinggi, serta memiliki tingkat polusi yang lumayan tinggi.

Faktor genetik. Dalam kulit kita, terdapat yang namanya melanin yaitu zat protein yang berperan menentukan warna kulit seseorang. Jenis melanin ini ada dua, Phaeomelanin dan Eumelanin. Phaeomelanin banyak dimiliki ras kaukasian, berwarna terang, sel-selnya kecil, dan rapuh. Sedangkan Eumelanin banyak terdapat pada kulit negroid, berwarna gelap, bersel besar dan bersifat solid. Rata-rata ras asia seperti kita, memiliki kulit gabungan Phaeomelanin dan Eumelanin. Faktor genetik ini berkaitan langsung dengan asal manusia ini tinggal, yakni faktor lingkungan di atas. Tuhan Maha Adil, dengan menciptakan kulit manusia sesuai dengan iklim lingkungan setempat.

Meskipun secara genetik dan lingkungan kulit manusia sudah sesuai, bukan berarti otomatis kulit kita akan aman-aman saja. Tentu saja tidak. Butuh gaya hidup sehat seimbang agat kulit kita tetap terjaga kesehatannya. Beberapa cara diantaranya yakni:

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayur agar kulit cepat melakukan regenerasi dan terus terlihat muda.
  2. Cukup minum air putih agar racun-racun dalam tubuh lebih mudah keluar dan kulit lebih bersih,
  3. Rajin olahraga agar aliran darah lancar hingga rona sehat kulit terpancar alami.

Tapi, tiga cara di atas tentu tidak cukup untuk bisa mencapai kulit sehat. Karena ada satu faktor lagi, beauty regime. Rata-rata jika tinggal di Indonesia, dengan genetik kulit asia pada umumnya, dan gaya hidup cukup sehat, kita hanya perlu rajin:

  1. Membersihkan wajah, agar kulit bersih bebas dari kotoran dan kelebihan minyak.
  2. Mengenakan tabir surya, agar kulit terlindung dari paparan sinar ultra violet.
  3. Mengaplikasikan pelembab, baik siang maupun malam agar kulit cukup terhidrasi.

Namun, ada kondisi tertentu dimana kulit membutuhkan perhatian dan perawatan ekstra. Seperti pada wanita hamil. Saat hamil, wanita rentan terkena masalah kulit seperti

  1. acne/pimples. Saat berjerawat, wanita hamil disarankan menghindari produk yang mengandung salicylic acid, retinoid, dan benzoil peroxyde. Sebaiknya pilih produk pereda jerawat yang mengandung sulfur atau resorcinol.
  2. hyperpigmentation. Saat hamil, kadang warna kulit jadi kusam dan kehitaman. Nah, saat hal ini terjadi, sebaiknya hindari produk kecantikan dan perawatan kulit yang mengandung mercury, soy, para amino benzoic acid, benzophenone-3, hydroquinone. Sedangkan kandungan yang aman adalah titaniun dioxide, licorice extract, vitamin c serum dan AHA (glycolic acid, lactic).

Jadi mulai sekarang, biasakan untuk membaca kandungan zat yang terdapat dalam produk perawatan kulit ya. Terutama bagi wanita hamil. Sebagai tambahan, dr Vania juga memberi beberapa tips agar kulit wanita hamil tetap cantik dan sehat.

  1. Bersihkan wajah dengan milk cleanser atau cleansing lotion. kemudian usap dengan handuk dan air hangat.
  2. Lakukan scrub sekali seminggu.
  3. Double cleansing dengan sabun pembersih lalu bilas dengan air dingin.
  4. Aplikasikan toner, agar wajah lebih segar dan lembab.
  5. Kenakan serum (vitamin C dan E)
  6. Pakai pelembab secukupnya.
  7. Gunakan tabir surya.
  8. Kenakan makeup.

Voila, kulit ibu hamil pun cantik sehat merona. Eits, ingat juga lho, kulit perut juga harus dirawat, agar tetap elastis dan strechmark tidak muncul. Rajin usapkan minyak atau lotion pada perut mulai trimester kedua ya, supaya elastisitas kulit tetap terjaga.

lovely goodies from TUMLuncheon feat Bio Oil

Sekali lagi, pilih produk dengan kandungan yang aman dan nyaman bagi ibu hamil. Seperti Bio Oil, yang mengandung bahan alami yakni ekstrak calendula, lavender, rosemary, chamomile yang berfungsi melembabkan, menenangkan, menyegarkan kulit. Bio Oil juga mengandung vitamin A dan E yang membantu peremajaan dan regenerasi kulit, serta purcellin oil yang membuat Bio Oil mudah diserap, menghaluskan dan melembutkan kulit.

Sayang sekali, saya belum mengenal bio oil saat saya hamil hingga strechmark sudah keburu hinggap. Tapi konon bio oil ini bisa menyamarkan strechmark yang sudah ada. Kabar gembira nih buat saya. Yuk, buktikan sendiri.

Advertisements