Tags

, , , , ,

Bulan puasa sudah memasuki minggu kedua. Badan kita pun mulai beradaptasi dengan pola waktu makan yang baru. Kadang bulan puasa menjadi momen yang pas untuk meningkatkan porsi ibadah sekaligus menurunkan berat badan. Tidak salah memang, karena saat berpuasa idealnya berat badan kita berkurang, sebab waktu makan juga berkurang.

Salah satu teman saya, dengan bangga mengaku angka timbangannya sudah menurun setelah beberapa hari puasa. Memang teman saya ini memiliki berat badan agak berlebih. Karena itu, dia semangat sekali menyambut bulan puasa.

Namun tak jarang berat badan bisa makin bertambah saat puasa. Teman saya yang lain justru mengeluh angka timbangannya naik. Menurut ceritanya, saat berpuasa ia merasa lebih mudah mengantuk dan malas bergerak. Dan saat berbuka, beragam menu manis dan tinggi kalori terhidang di meja. Rasa lapar yang tertahan selama sekitar 14 jam akhirnya terlampiaskan setelah adzan maghrib. Meski sadar menu berbukanya potensial menaikkan angka timbangan, Ia tetap ‘murka’ saat waktu berbuka tiba. Toh setelah maghrib, beragam santapan halal ditelan. Buat apa lagi menahan nafsu makan sudah memuncak.

Mengapa bertambah gemuk saat puasa?

Konsumsi makanan dengan porsi berlebih, memilih santapan tinggi kalori, dan malas bergerak adalah beberapa faktor yang membuat badan bertambah gemuk saat puasa. Faktor ini bersumber dari satu sikap, kurangnya kontrol diri. 

Sejatinya, puasa merupakan latihan pengendalian diri. Dan latihan ini tidak hanya berlangsung di siang hari, tetapi juga malam hari. Dimana kita pun dituntut untuk memilih asupan yang tepat, tidak kurang apalagi berlebih, agar energi dan metabolisme tetap terjaga.

Kiat Bugar dan Langsing saat puasa

Saat puasa, kebutuhan gizi dalam tubuh banyak berkurang. Demikian pula cairan tubuh. Hal ini yang membuat badan terasa lemas, mengantuk dan kadang kurang konsentrasi.

Kebetulan sehari-hari saya sendiri yang mengurus rumah tangga dan mengasuh dua anak kami. Tanpa bantuan siapa pun, kecuali suami bila sedang tidak bekerja. Jadilah emosi kadang mudah naik turun dan badan cepat letih. Saya juga masih menyusui anak kedua kami. Karena itu, saya gampang haus.

Tak ingin ibadah puasa saya terganggu, tahun ini saya menerapkan pola asupan baru. Hasilnya, puasa lebih lancar dan terasa mudah. Stamina dan emosi saya lebih stabil. Tubuh pun terasa bugar sepanjang hari. Timbangan juga tidak mengalami lonjakan. Berikut kiat-kiat bugar, langsing, terhidrasi saat puasa ala saya:

  • Berbuka dengan air putih dan karbohidrat kompleks. Sering kita mendengar kalimat “berbuka dengan yang manis”. Menurut saya, saran ini tidak sepenuhnya tepat. Minuman dan makanan manis yang langsung kita konsumsi tepat saat berbuka puasa bisa mempercepat kenaikan gula. Saya mengutamakan mengganti cairan yang hilang terlebih dahulu dengan minum air putih. Baru kemudian makan buah yang manis seperti kurma untuk mengganti kadar karbohidrat dalam tubuh.

penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan cukup minum air putih

  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum cukup air putih. Sebagian besar tubuh kita terdiri atas cairan. Maka, saya selalu memperhatikan porsi air minum agar ibadah puasa tidak terganggu karena dehidrasi. Cara mudah untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh adalah dengan menerapkan rumus minum air putih 2+4+2. Yang artinya minum air putih sejumlah:
    • Dua gelas saat berbuka. Yakni satu gelas tepat saat berbuka, kemudian satu gelas lagi setelah makan menu berbuka.
    • Empat gelas di waktu malam. Yakni satu gelas sebelum makan malam, dua gelas setelah makan malam, satu gelas lagi menjelang tidur.
    • Dua gelas saat sahur. Yakni satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas lagi setelah makan hidangan sahur.

Cukup minum air putih saja ya. Hindari soda, kafein, atau minuman manis, karena akan memberatkan kerja organ-organ pencernaan. Untuk memastikan apakah sudah cukup terhidrasi atau belum, saya selalu meneliti warna urin saya saat menjelang tidur atau saat sahur. Apakah sudah cukup bening atau belum. Jika warnanya masih kuning pekat, saya akan segera minum air putih lagi. Namun hal ini sudah jarang terjadi setelah saya menerapkan pola minum air putih 2+4+2.

  • Cukupi kebutuhan gizi tubuh, dengan porsi tepat. Setelah buka puasa bukan berarti kita bebas makan apa saja. Tetap perhatikan menu dan porsi makan. Kurangi makanan manis, berminyak, bertepung, berlemak dan santan. Lebih baik perbanyak konsumsi hidangan yang mengandung banyak serat alami, agar pencernaan lancar dan kenyang lebih lama.

Ngabuburit cantik dengan yoga

  • Tetap beraktivitas dan olahraga. Puasa buka halangan untuk tetap aktif dan produktif. Apalagi kalau kebutuhan gizi kita sudah terpenuhi. Tidak perlu membuat kompensasi untuk malas bergerak, karena akan berlanjut menjadi kebiasaan. Tetaplah berolahraga agar stamina tubuh terlatih untuk selalu fit. Saat puasa saya tetap melakukan yoga di sore hari menjelang berbuka atau saat anak-anak tidur siang.
  • Cukup istirahat. Saya selalu mendengarkan kata tubuh saya. Sepadat apapun kegiatan saya sebagai ibu, bila tubuh dan pikiran ini butuh istirahat, saya akan beristirahat. Apalagi saat puasa. Kadang di tengah hari, tubuh terasa lelah. Saya akan mengambil waktu 20-30menit untuk israhat. Sekedar duduk bersandar atau berbaring sejenak cukup untuk memulihkan energi dan menjalani sisa hari dengan semangat.

Semoga kiat-kiat di atas cukup bermanfaat bagi kita semua. Bulan puasa adalah saat yang tepat untuk berlatih mengendalikan diri. Salah satunya dengan bijak memilih asupan tepat bermanfaat bagi tubuh. Supaya kita tetap bugar dan langsing selama bulan puasa dan setelahnya.

Advertisements