Tags

, , , , ,

Ketika anak pertama kami lahir, kami belum menyiapkan nama untuknya. Karena ternyata, memberi nama anak sangat tidak mudah. Kami ingin sebaik-baik nama melekat padanya.

Demi dapat memberi nama anak yang tepat, kami mencari referensi ke sana kemari, membaca buku daftar nama bayi, berselancar di laman demi laman dunia maya, menengok nama sosok demi sosok manusia inspiratif, hingga berdiskusi panjang lebar mendalam dengan suami. Akhirnya kami mendapatkan nama yang cocok dan insyaAllah baik untuk sang buah cinta. Cukup panjang ya proses memberi nama anak ini.

Ada banyak faktor personal bagi orang tua dalam memberi nama anak. Ada orang tua yang ingin anaknya senama dengan raja-raja, manusia-manusia terkemuka, hingga objek alam jagat raya yang elok serta penuh manfaat. Ada pula yang ingin anaknya memiliki nama yang tidak pernah ada di dunia ini. Semua syarat personal dalam memberi nama anak ini, sah-sah saja tentu.

Namun, ada baiknya anak anda memiliki nama dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Mengandung makna dan doa positif. Manusia akan membawa namanya sepanjang masa. Pastikan dalam memberi nama anak anda, bermakna baik dan positif, dalam bahasa apapun.
  2. Tidak berpotensi menjadi bahan ejekan, baik nama lengkapnya, panggilannya, singkatannya atau sebagian kata/suku katanya, jangan sampai nama anak berpotensi sebagai bahan ejekan. Saya dulu ingin sekali memberi nama anak saya dengan nama Taylor. Alasannya, saya adalah fans berat si cantik multi talenta, Taylor Swift. Namun, keinginan saya memiliki putri bernama Taylor, dimentahkan suami dengan alasan kalau dieja artinya mirip tailor atau penjahit baju pria.
  3. Mudah dilafal dan ditulis. Kreativitas orang tua tentu sangat dibutuhkan dalam memberi nama anak-anak. Tapi tidak perlu over-creative. Salah-salah bukan tak mungkin kelak perkara nama justru menyusahkan sang anak. Saat duduk di bangku sekolah, saya punya teman bernama Exchoceta. Di hari-hari pertama sekolah, setiap guru yang mengabsen selalu berhenti sejenak saat tiba giliran memanggil namanya. Pun ketika dia melafalkan namanya untuk ditulis. Kami tak praktis langsung tepat menuliskan nama uniknya itu.
  4. Sesuaikan dengan jenis kelamin anak. Kalau bisa, bila anak-kita perempuan, tidak diberi nama laki-laki, apalagi sebaliknya. Kelak bukan tidak mungkin jadi bahan ejekan. Bagaimana dengan nama yang unisex? Sah-sah saja memang, memilih nama yang unisex. Tapi ingat, suatu hari anak kita akan terjun di masyarakat. Tak hanya dunia nyata, tapi juga dunia maya dan digital. Jangan sampai, orang kebingungan menyapa anak anda via e-mail misalnya, lantaran hanya mengetahui namanya. Atau bahkan salah mendoakan, seperti kejadian yang saya pernah saya alami. Suatu ketika, seorang teman saya mengumumkan kelahiran anak pertamanya yang bernama Asa di group whatsapp. Segera, teman-teman saya bergantian memberi selamat. Masalahnya, banyak yang (sok tahu, padahal) tidak tahu pasti jenis kelamin sang bayi. Sehingga dalam sebagian kalimatnya ada yang mengucap,”Semoga menjadi anak sholehah.”. Meski ada pula yang mengira, sang bayi berkelamin laki-laki. Baru kemudian terkonfirmasi bahwa ternyata Asa adalah bayi laki-laki.
  5. Tidak terlalu panjang. Cukup tiga kata, termasuk bila ingin menambahkan nama marga/ayah sebagai nama belakangnya. Kecuali memiliki gelar tertentu yang harus diturunkan lewat nama. Tak perlu berderet-deret seperti kereta api. Hal ini untuk memudahkan pengurusan beragam dokumen resmi di kemudian hari. KTP dan Paspor misalnya. Bila nama anak terlampau panjang, mungkin kelak ada satu hingga beberapa kata yang harus disingkat. Tak hanya selesai sampai di situ, nama yang disingkat di dokumen resmi kadang suka memperpanjang urusan verifikasi data. Bukan hanya pengurusan dokumen, pikirkan bila anak anda sedang menempuh ujian atau tes. Berapa waktu yang mereka habiskan hanya untuk mengisi kolom nama. Padahal waktu itu bisa dipakai untuk mengisi lembar jawaban.

Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat membantu bagi Anda yang mungkin masih kebingungan mencari nama untuk buah hati tercinta. Dan semoga segera menemukan nama yang tepat yang menjadi doa terbaik bagi anak-anak kita, insyaAllah…

Advertisements