Tags

, , , ,

Seperti janji saya di sini, saya akan mengulas buku Self Driving, Menjadi Driver atau Passanger? yang ditulis oleh Rhenald Kasali. Sebenarnya buku ini adalah pilihan suami saya, yang adalah seorang pekerja muda. Apalagi tertulis catatan menarik pada sampul buku yang berbunyi, “INILAH YANG DIAJARKAN CEO TANGKAS KEPADA KAUM MUDA DAN EKSEKUTIFNYA AGAR KELUAR DARI PERANGKAP PASSANGER.”.

Sebagai pekerja muda, tentu sangat wajar jika suami saya tertarik dengan Judul, penulis, serta catatan di sampul buku ini. Suami saya berekspektasi, setelah membaca buku ini, akan mendapat wawasan baru atau bahkan mungkin terjadi aksi perubahan positif dalam karirnya.

Yang membuat saya akhirnya mulai tertarik ikut membaca buku ini adalah saat suami saya begitu bersemangat menceritakan bagian demi bagian yang telah ia baca. Saya pikir, baiklah, mungkin saya juga harus ikut membaca. Mungkin saya ‘hanya’ ibu rumah tangga. Tapi saya meyakini, setiap ibu adalah CEO bagi keluarga dan kehidupan rumah tangganya. Dan setiap ibu memiliki peran sangat penting menciptakan dan membesarkan generasi calon pemimpin bangsa.

I believe, Great Leader raised by a Great Mother.

Inilah yang akhirnya menjadi harapan saya saat memulai membaca buku ini. Bisa menjadi ibu yang mampu mendidik dan membesarkan generasi calon pemimpin yang baik dan bijak.

Di awal membaca, saya disuguhi dengan perbedaan antara passanger dan driver. Dimana seorang passanger kurang lebih adalah manusia yang hidup dalam zona nyaman dan enggan keluar. Menjalani dan menikmati hidup apa adanya.

Kemudian di bab-bab selanjutnya, saya belajar pemikiran yang logis sekaligus praktis, bagaimana meningkatkan mutu hidup kita menjadi manusia bermental Good Driver. Yang kreatif namun kritis, yang sederhana namun mau berkembang, yang mampu mengambil risiko namun tetap disiplin dan tidak gegabah, serta yang mampu bervisi untuk sukses tanpa perlu mengorbankan kepentingan orang lain.

Buku ini juga menyajikan kolom-kolom dalam box berisi artikel tentang sosok-sosok dan fenomena-fenomena menarik di seluruh belahan dunia, yang bisa kita ambil pelajaran. Mulai Ponari, Dukun Cilik dengan Batu Saktinya yang mengajak kita untuk berpikir kritis, hingga Theodore Rosevelt, Lelaki Penyakitan yang menjadi Presiden Amerika Serikat yang mengajak kita untuk optimis.

Di akhir buku ini, saya mendapat pelajaran penting, bahwa kita belum sepenuhnya sukses jika batin kita belum tenang. Hidup tenang bukan berarti menjalani segalanya dengan nyaman tanpa tantangan dan usaha, namun hidup dengan benar dan berarti. Juga, pelajaran yang tak kalah penting adalah Driver tidak bersifat individu. Driver yang baik, juga akan berusaha menciptakan keluarga, lingkungan, keturunan yang baik pula.

Munculnya eksekutif-eksekutif andal tentu tidak lepas dari peran keluarga…
… Di seluruh dunia, benih-benih bagus ini dibentuk oleh keluarga, dari rumah.
-Rhenald Kasali, Self Driving

Advertisements