Tags

, , , , ,

Pneumonia, The Forgotten Killer

Di Indonesia, tidak banyak penyakit pneumonia mungkin tidak sepopuler diare atau flu. Padahal penyakit ini adalah penyebab utama kematian pada anak-anak muda dari 5 tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, tercatat angka kematian karena pneumonia dalam setahun mencapai 19.000 orang atau 2-3 balita dalam satu jam pada 2014. Sayangnya, tingginya angka kematian karena pnemonia tidak dibarengi dengan tingginya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat akan bahayanya penyebaran penyakit ini.

Cukup mengerikan, bukan?! Fakta di atas dapatkan saat mengikuti seminar A Fair Shot, Vaksin Penumonia untuk Kesehatan Anak bersama Mommies Daily dan Medecins Sans Frontieres (MSF) Indonesia. 

Pneumonia dalam bahasa awam biasa disebut infeksi paru-paru akut. Penumonia bisa menimpa siapa saja dari segala usia. Namun usia paling sering terkena pneumonia adalah di bawah dua tahun dan di atas 65 tahun. Gejala umum pneumonia di antaranya adalah batuk berdahak, demam, nafsu makan menurun, bibir membiru, dan kesulitan bernapas.

Penyebab Pneumonia

Penumonia dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Namun umumnya disebabkan bakteri Strepcococus pneumonia. Infeksi bakteri, virus dan jamur menyebabkan kerusakan jaringan paru yang jadi tempat pertukaran oksigen. Akibatnya, pasokan oksigen dalam tubuh, terganggu.

Faktor Risiko

Anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif atau terlalu singkat masa menyusunya, gizi kurang dan berat badan lahir rendah, lebih rentan terjangkit pneumonia. Selain itu, lingkungan dan udara yang kurang bersih apalagi hidup di area banyak perokok bisa meningkatkan risiko terinfeksi pneumonia.

Pencegahan

Penyakit pneumonia dapat dicegah dengan menjaga kebersihan badan dan lingkungan serta memelihara kesehatan tubuh. Beberapa praktik mudah untuk terhindar dari pneumonia antara lain dengan cara:

  • Berikan ASI ekslusif pada bayi
  • Penuhi kecukupan gizi
  • Cuci tangan secara teratur
  • Memastikan permukaan benda yang hendak disentuh bersih, misalnya toilet umum
  • Menghindari asap rokok dan polusi udara
  • Menjauhi orang-orang dengan gejala pneumonia misalnya batuk, pilek, bersin 
  • Menghindari tempat rawan bakteri dan virus penyebab pneumonia, misalnya ruang rawat inap rumah sakit
  • Mendapat suntikan vaksin pnemokokus (pneumocccal conjugate vaccine/PCV)

Perlukah Vaksin PCV…??

Menurut dr Dirga Sakti Rambe M.Sc. VPCD, seperti halnya vaksin lain, vaksin PCV sifatnya pencegahan. Sebagai tambahan informasi, cara kerja vaksin adalah membuat kita kebal akan satu penyakit tertentu, tanpa perlu terinfeksi penyakit terkait terlebih dahulu. 

Namun, bukankah bayi ASI relatif lebih kebal akan penyakit. Kenapa harus ditambah vaksin?

Dokter Dirga menambahkan, meskipun seorang anak telah mendapat ASI secara ekslusif, sebaiknya tetap diberikan vaksin. Agar, kekebalan tubuh anak semakin optimal. Karena ‘perlindungan’ ASI tidak sespesifik dan sepanjang masa perlindungan vaksin. Singkatnya, ASI dan vaksinasi saling melengkapi sebagai penambah kekebalan tubuh anak. 

Dukung Vaksin Pneumonia dengan Harga Terjangkau

Sayangnya, di Indonesia harga vaksin PCV ini terbilang cukup tinggi. Di tahun 2012, harga vaksin PCV mencapai satu juta rupiah lebih. Tahun ini, harga vaksin PCV mengalami penurunan. Sekitar 700an ribu rupiah per dosis.

Saya pribadi tentu sangat bersyukur melihat harga vaksin yang semakin murah. Meskipun sempat merasa aneh juga, saat dimana inflasi di Indonesia semakin meningkat tapi harga vaksin PCV justru semakin menurun, meskipun masih terbilang tinggi. Karena kadang harga vaksin yang terlampau tinggi, membuat masyarakat termasuk saya berpikir dua kali untuk membelinya. Apalagi penyakit pneumonia tidak terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Sebagai ibu, saya tentu berharap para orang tua Indonesia lebih waspada terhadap penyakit pneumonia. Saya juga sangat berharap, harga vaksin PCV bisa lebih murah lagi. Karena semakin banyak masyarakat yang waspada dan semakin terjangkaunya harga vaksin, tentu sangat memungkinkan akan semakin banyak anak-anak Indonesia terlindungi dari ancaman penumonia. 

Salah satu yang bisa kita usahakan untuk menurunkan harga vaksin PVC adalah dengan berpartisipasi dalam kampanye #ASKPHARMA. Yakni mengajak dua produsen vaksin, Pfizer dan GSK untuk menurunkan harga vaksin pneumonia dan meningitis menjadi 5 dolar AS untuk anak-anak di negara berkembang, termasuk kawasan Asia Tenggara. 

Caranya: 

  1. Klik http://seasia.afairshot.org/ 
  2. Ubah foto profil dengan warna merah sebagai dukungan untuk kampanye #ASPHARMA
  3. Bagikan foto Anda, tambahkan slogan, beri tahu serta ajak teman Anda tentang kampanye #AskPharma di facebook dan/atau twitter.

Mari dukung vaksin dengan harga terjangkau, agar seluruh anak di Indonesia khususnya berkesempatan mendapatkan vaksin pneumonia.

Advertisements