Tags

, , , ,

Jadi ibu masa kini tentu wajib paham urusan tujuan finansial dan perencanaan keuangan. Karena masa depan keluarga yang mapan dimulai dari kebijakan ibu mengatur strategi keuangan.

Pos dana yang sangat penting namun sering terabaikan adalah dana darurat dan dana pensiun. Apasih dana darurat dan dana pensiun? Seberapa penting peranan dana-dana ini bagi keberlangsungan keuangan keluarga? Serta, mengapa dua dana sering terabaikan?

Inilah hasil rangkuman saya saat mengikuti MDlunch bersama Mommies Daily dan Commonwealth Bank, pekan lalu.

Dana Darurat
Adalah dana untuk menghadapi kondisi darurat atau tidak terduga.  Seperti, PHK, kecelakaan di jalan, kedukaan keluarga dan lain sebagainya. Sangat penting, karena berperan melindungi keuangan rumah tangga saat ‘kesialan’ melanda.

emergency-fund

Dana darurat ini ibarat bember mobil. Perlindungan terdepan kalau mobil terkena benturan agar tidak merusak bagian-bagian lain yang lebih penting.

Karena sifatnya ‘hanya’ jaga-jaga dan tidak menghasilkan apapun, banyak orang akhirnya enggan menyiapkan dana darurat. Siapa pula yang berharap akan terjadi kesialan. Tapi siapa juga yang mampu menjamin masa depan kita akan selalu tentram tanpa gangguan.

Idealnya, keluarga dengan dua anak, membutuhkan dana darurat sebesar 12-15kali pengeluaran bulanan. Banyak banget ya…

Psst… Saya pernah menulis tentang cara menabung dana darurat di sini.

Dana Pensiun
Adalah dana untuk memenuhi kebutuhan masa tua kita. Tentunya kita mau donk menikmati masa tua tanpa perlu membebani anak cucu.

Pension-People410

Rata-rata, harapan hidup manusia sampai usia 75-80 tahun. Sedangkan, rata-rata usia produktif individu hanya sampai usia 55-60 tahun. Artinya, kurang lebih kita harus menyiapkan dana hari tua untuk 20tahun atau sebesar 240 kali biaya bulanan per individu.

Biasanya, kesalahan banyak orang adalah ketika penghasilan meningkat, maka gaya hidup ikut meninggi. Apalagi ketika memasuki golden era, yakni di usia 40-55tahun dimana rata-rata individu mengalami masa pencapaian karir tertinggi. Akibatnya ketika masuk ke usia pensiun, yakni di atas usia 55tahun, banyak orang enggan menurunkan gaya hidupnya. Padahal, pendapatan cenderung menurun karena tidak lagi produktif bekerja. Ditambah, rata-rata kebutuhan hidup manusia di usia tua, cenderung lebih banyak. Apalagi yang berkaitan dengan kesehatan. Meskipun kembali, semua bergantung pada gaya hidup masing-masing individu.

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah, perhitungan biaya masa tua kurang tepat , terlambat merencanakan dan mengumpulkan dana, serta mengabaikan faktor inflasi.

Simpulan
Dana Darurat maupun Dana Hari Tua sama-sama penting dan sama-sama membutuhkan nominal yang cukup besar. Namun, mana lebih penting? Lalu, bagaimana cara paling efektif dan efisien untuk mengumpulkan serta menyimpan dana darurat dan dana hari tua?

Simak lanjutan artikelnya di Dana Darurat vs Dana Hari Tua (Part 2).

Advertisements