Tags

, , , , , ,

Pada tulisan sebelumnya di sini, saya telah menjelaskan bahwa dana darurat dan dana pensiun sama-sama penting. Meskipun manfaatnya tidak bisa langsung kita ambil. Dana darurat baru terasa manfaatnya saat kita dalam kondisi darurat dan terdesak. Sedangkan dana pensiun baru bisa bermanfaat saat masa tua tiba.

Namun mana yang lebih penting? Dana darurat atau dana pensiun?

Melihat dari kebutuhannya, tentu dana darurat lebih penting. Karena, kondisi darurat tidak bisa diprediksi kapan datang. Tidak seperti dana pensiun yang bisa diperkirakan, kapan akan dibutuhkan. Karena itu, dana darurat harus segera dikumpulkan.

Yang harus diperhatikan saat menyimpan dana darurat adalah:

  1. Pisahkan kantung dana darurat dari dana kebutuhan sehari-hari. Pastikan dana darurat memiliki rekening sendiri. Dan ingat, jumlah yang harus dipenuhi untuk dana darurat. Tabelnya bisa dilihat di sini. Terasa banyak?? Cicil saja.
  2. Likuid dan Aman. Mudah di ambil kapan saja dan dimana saja. Pastikan dana darurat disimpan di bank terpercaya yang memiliki jaringan ATM bersama dan mobile banking. Untuk memudahkan pencairan dan/atau pemindahan(transfer) antar bank dengan mudah dan cepat. Karena dana darurat cukup besar, tentu sayang jika hanya disimpan di tabungan. Simpan sebagian dana darurat di instrumen investasi yang memiliki risiko fluktuasi jangka pendek, namun memiliki imbal hasil lebih tinggi dari tabungan. Reksadana pasar uang, misalnya.

Berbeda dengan dana darurat yang harus segera dikumpulkan, kita masih punya cukup waktu untuk mengumpulkan dana pensiun, meski jumlahnya juga cukup besar. Satu-satunya cara untuk mencapai jumlah dana pensiun sesuai target adalah dengan segera mulai mencicil dana pensiun secara teratur. Semakin dini kita mulai mengumpulkan dana pensiun, semakin kecil juga jumlah yang harus cicil.

Rear View of Senior Couple Walking Alone on A Tropical Beach

perfect pension with prefect financial plan

Karena, jangka waktu pengumpulan masih relatif panjang, kita bisa mengumpulkan dana pensiun di instrumen investasi yang lebih berisiko namun lebih berpotensi memberi imbal hasil lebih besar. Seperti saham atau reksadana saham.

Lalu, bagaimana mensiasati agar dana darurat segera terkumpul dan dana pensiun segera mulai dikumpulkan..??

Selalu tempatkan 10% dari pendapatkan kita untuk keperluan investasi. Lalu, komposisikan besaran pos-pos investasi sesuai kebutuhan. Misalnya 40% dana darurat, 20% dana pensiun, 20% dana sekolah, 20% dana haji. Evaluasi berkala. Jika dana darurat sudah terkumpul misalnya, bisa alokasikan dana investasi ke pos-pos lain.

Dan ingat, untuk tetap sederhana. Semakin tinggi pendapatan bukan pertanda untuk meninggikan gaya hidup kita. Namun pertanda untuk menambah investasi dan donasi. Semoga berhasil.

 

Advertisements