Tags

, , , , , ,

Setelah anak pertama mulai sekolah dan anak kedua sukses disapih, saya memiliki lebih banyak ruang dan waktu untuk diri sendiri. Saya pun mulai menyusun kembali serpihan cita-cita dan minat saya. Merangkai jala-jala menuju masa depan ‘karir’ saya. Sebagai manusia, wanita, istri, ibu, saya ingin hidup ini memiliki arti. Baik bagi saya sendiri, suami, anak, keluarga, agama, dan masyarakat. Saya ingin memiliki eksistensi yang bermakna.

Saat masih kecil, saya ingin sekali menjadi guru. Alasannya sederhana. Saya ingin menularkan dan menurunkan ilmu, yang merupakan salah satu amal jariyah. Meski menebar ilmu yang baik tak harus paten menjadi guru, tetap saja ada hasrat ingin bisa mengajar.

Suatu ketika saya berbincang santai dengan suami. Tanpa disangka suami saya mengusulkan agar saya mengajar yoga. Mungkin melihat hampir dua tahun belakangan saya mulai tekun berlatih yoga dengan serius. Hati saya senang sekali. Rasanya seperti anak kecil diberi kembang gula.

Beberapa bulan sebelumnya, saya pernah mengikuti kajian. Saat itu, selain ustadzah hadir pula sosok-sosok pengusaha wanita yang sukses di bidangnya. Saya sempat bertanya, apa rahasia kesuksesan mereka. Wanita-wanita itu juga istri dan ibu. Sama seperti saya. Bedanya, mereka juga menjalani peran di luar rumah dengan sangat berhasil.

Jawabannya ternyata sederhana. Restu suami. Ya, restu suamilah penentu sukses istri.

Jadi, bila ditanya apa momen terbaik saya di tahun 2015. Jawaban saya, restu suami untuk menjadi guru.

Screen shot 2016-01-16 at 12.04.16 AM

Tentu saja, setelah mengantongi restu suami, tidak serta merta saya langsung menjadi guru yoga yang handal. Namun harus saya akui, restu suami membuka dan memudahkan beragam jalan menuju mimpi-mimpi saya. Meski memang, jalan untuk mencapai mimpi itu masih cukup panjang.

Akhirnya, awal 2016 ini saya mendaftarkan diri mengikuti pelatihan menjadi guru yoga. Dan salah satu resolusi saya di 2016 adalah menjadi yoga guru yang inspiratif dan mampu menyebarkan ilmu dan energi positif bagi banyak orang. Bismillah, insya Allah.

“Dan bahwasannya, seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” QS An Najm 39.

Advertisements