Sudahkah Anda Berinvestasi untuk Kesehatan

Tags

, , ,

Tahun 2016 boleh dibilang tahun paling berkesan bagi saya. Karena di tahun ini saya menjalani banyak hal baru dan pengalaman-pengalaman baru.

Salah satu pengalaman paling berkesan di tahun ini adalah ketika saya mengajar yoga di acara #TUMHealthyMama : Investasi Tulang Sehat untuk Masa Depan bersama Protecal. Bahagia rasanya melihat antusiasme para mama yang rela datang pagi-pagi di akhir pekan untuk olahraga bersama. Dalam hati saya menjadi terinspirasi akan semangat mama-mama cantik ini. Semangat untuk sehat, semangat untuk bahagia.

whatsapp-image-2016-12-31-at-16-36-36

pic by Dewi @deravee

Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya sepanjang April 2016, saya mengambil program yoga teacher training. Bukan hanya karena saya pribadi suka dengan yoga, tapi jauh di lubuk hati, karena saya juga ingin menginspirasi para mama di luar sana untuk mencintai diri sendiri dengan menjaga kesehatan tubuh, pikiran dan jiwa. Saya merasa, yoga memiliki paket lengkat untuk mencapai tujuan itu. Karena itu, sejak tahun 2015 saya berusaha mencari sekolah dan menabung agar kelak saya bisa mengajar yoga. Dan alhamdulillah, tahun 2016 semua tercapai. Bahkan di penghujung tahun 2016  saya bisa mengajar di event yang diadakan The Urban Mama, tempat saya mendapat beragam ilmu seputar dunia ibu dan keluarga.

whatsapp-image-2016-12-31-at-16-35-24

courtesy: The Urban Mama

Sejak menikah dan memiliki anak, saya selalu meyakini bahwa kesehatan adalah aset yang utama. Tanpa tubuh, pikiran dan jiwa yang sehat, kita tidak bisa menjalani dan menikmati hidup sepenuhnya. Karenanya, saya pasti rela kalau harus ‘berinvestasi’ terkait masalah kesehatan. Karena, ketika kita jatuh sakit, pasti biaya, waktu dan energi yang harus dikeluarkan akan lebih besar.

Beberapa bentuk investasi kesehatan yang saya lakukan adalah saya memilih membeli juicer dengan kualitas baik agar tiap pagi saya dapat minum jus segar ketimbang harus menikmati teh atau kopi di kedai kopi yang hits. Saya pun rela tidur lebih awal dan bangun lebih awal untuk bermeditasi dan beryoga di bawah dibawah hangatnya sinar matahari pagi ketimbang meneruskan mimpi di pulau kapuk. Karena saya tahu tidur cukup, mengkonsumsi asupan sehat bergizi, serta olahraga teratur dapat memperkuat tubuh kita dan memberi peluang lebih banyak bagi kita untuk menjalani hidup berkualitas lebih lama.

Nah, tubuh yang sehat itu mencakup banyak faktor. Dari kulit, otot, metabolisme, sistem pencernaan dan tulang. Semua memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Untuk memdapatkan tulang yang sehat dan kuat misalnya, kita harus cukup mengkonsumsi kalsium dan vitamin. Juga harus rajin ‘berjemur’ di bawah sinar matahari pagi dan berolah raga, agar daya tubuh untuk menyerap vitamin D dan kalsium bisa lebih baik. Makanan-makanan terbaik yang bisa dikonsumsi untuk mencapai tulang sehat diantaranya adalah bayam, brokoli, almond, bok choy, flaxseed, kale dan biji wijen. Kalau merasa kurang cukup, kita bisa menambah asupan suplemen tulang seperti protecal agar kepadatan tulang kita tetap terjaga. Mudah kan.

whatsapp-image-2016-12-31-at-16-39-25

courtesy: The Urban Mama

Jadi, tidak ada alasan lagi ya untuk tidak menjalankan pola hidup sehat. Sesungguhnya, bila tubuh kita sehat dan tulang kita kuat, tak hanya hidup kita saja lho yang terasa lebih mudah, kita juga lebih berpotensi ‘memudahkan’ hidup orang lain. Karena saat kita sehat, kita lebih bebas melakukan banyak hal dan mengoptimalkan kualitas hidup kita.

Selamat Tinggal Dunia Lama

Tags

, , ,

Setiap akhir tahun, saya selalu teringat akan kalimat ini “sehari terasa lama, namun setahun terasa begitu cepat” . 

Semakin terbawa perasaan kalau sembari lihat-lihat album foto. Jadi teringat masa-masa baru menikah, masa-masa hamil, detik-detik menjelang persalinan, hingga momen-momen menyusui. Tergambar dengan jelas di kepala tumbuh kembang anak dari bayi, batita, hingga sekolah. Ah, rasanya waktu berlalu begitu cepat.

Di masa-masa lalu itu, tak jarang saya melalukan beragam kesalahan. Sebagai istri terhadap suami, sebagai ibu kepada anak, sebagai anak terhadap orang tua, sebagai guru terhadap murid-murid saya, sebagai murid terhadap guru-guru saya, sebagai kakak terhadap adik-adik kesayangan saya, serta sebagai teman kepada sahabat-sahabat saya.

Penyesalan tentu ada. Mungkin bagi sebagian orang, penyesalan itu sia-sia. Namun bagi saya, penyelasan tidaklah percuma bila kita mampu belajar dari kesalahan dan bergerak ke depan dengan langkah yang lebih baik.

Dengan beragam peran yang saya jalani saat ini, sebagai sebagai istri, ibu, anak, guru, kakak, dan sahabat, tentunya saya ingin melakukan ‘tugas’ saya dengan sebaik mungkin. Saya sadar, peran saya begitu penting, setidaknya bagi orang-orang terdekat saya. Untuk itu, saya harus mampu melangkah ke depan dengan lebih baik. Meninggalkan kesalahan, kelalaian, kemalasan. Meninggalkan dunia lama yang kurang baik dan meraih masa depan yang lebih cerah.

Sebagai ibu, saya selalu berkomitmen untuk menjaga keluarga saya, agar selalu sehat dan bahagia. Nampak sederhana, namun sama sekali tidak mudah. Salah satu contohnya, saya selalu berusaha untuk memasak makanan sehat bergizi untuk suami dan anak-anak. Namun kadang, saat travelling atau kesibukan, saya tidak memasak dan terpaksa membeli makanan di luar. Atau kadang, saya masih suka mengajak anak-anak pergi keluar sampai malam. Akhirnya, setibanya di rumah, mereka jadi tidak sempat bebersih lagi. Ada lagi, kadang saya suka malas ‘bergerak’ saat ada waktu luang. Padahal, saya bisa saja mengajak anak-anak bermain di taman, menikmati udara segar, berlarian di atas rerumputan dan di bawah langit biru.

Di tengah kegalauan akhir tahun, kebetulan sabtu 17 Desember lalu, saya berkesempatan mengikuti #TUMBloggersMeetUp bersama #TheUrbanMama dan Unilever Indonesia. Acara ini, cukup menenangkan kegalauan saya.

Kenapa?

Karena dalam acara ini, Unilever melalui kampanye brightFuture yang mengusung tema “Selamat Tinggal Dunia Lama bermitra dengan Blibli.com mengajak konsumen untuk melakukan hal nyata untuk membangun masa depan yang cerah.

courtesy: The Urban Mama

courtesy: The Urban Mama

Oiya, acara yang diselenggarakan di D’labs Menteng ini, diisi oleh ibu-ibu cerdas dan cantik. Dipandu oleh MC mbak Vika, dilanjutkan dengan kata pembuka oleh founder The Urban Mama, Ninit Yunita dan menghadirkan 3 narasumber yaitu:

  1. Maria Dewantini Dwianto (Mia), Head of Corporate Communications PT Unilever Indonesia Tbk
  2. Lani Rahayu, Senior Marketing Communication Manager Blibli.com
  3. Psikolog Retno Dewanti Purba dari SAUH Psychological Services

Apa saja sih wujud nyata dari kampanye brightFuture ini?

Unilever menggandeng Blibli.com untuk mengedukasi konsumen melalui program kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan komunitas di sekitar area bermain publik di 5 Kota (Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan Makassar). Program yang dijalankan dengan Blibli.com tidak hanya mengajak peran aktif masyarakat dalam mewujudkan dunia yang lebih sehat dan gembira lewat ranah digital. Namun juga menggandeng komunitas dan pemerintah di sekitar taman bermain umum untuk memanfaatkan dan menjaga fasilitas yang telah dibangun. Tentunya fasilitas yang sudah ada bisa dimanfaatkan dengan baik bila komunitas setempat ikut merawat.

Selain menggandeng komunitas setempat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga
kebersihan taman, kerjasama Unilever dengan Blibli.com ini juga mengusung
program edukasi seputar kesehatan, lingkungan, dan bijak dalam berbelanja online
yang ditujukan untuk para ibu.

Kenapa harus ibu?

Karena ibu bisa menggerakkan anak-anak, generasi penerus bangsa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik seperti mencuci tangan memakai sabun, sikat gigi pagi dan malam, mengetahui pentingnya sarapan bergizi, ditambah dengan cara menjaga toilet agar tetap bersih, bermain di luar ruang, memilah sampah, serta bijak dalam berbelanja online.

courtesy : The Urban Mama

courtesy: The Urban Mama

Berarti dan penting sekali ya peran kita sebagai ibu. Karena itulah kampanye brightFuture oleh Unilever bekerjasama dengan Blibli.com dimulai dari para ibu. Harapannya, berawal dari ibu-ibu bijak yang berpikiran terbuka dan mau terus belajar, akan menggugah semakin banyak pihak lagi untuk memiliki kesadaran dan kepedulian yang sama serta mulai melakukan tindakan nyata untuk kehidupan yang lebih baik.

Kampanye ini juga diharapkan mampu menginspirasi komunitas yang lebih luas dalam perilaku hidup bersih dan sehat, juga bijak dalam belanja online. Setiap tindakan, sekecil apapun, bila dilakukan bersama sama secara konsisten, niscaya akan bisa membuat perubahan besar.

Sabtu Mendongeng bersama Greenfields

Tags

, , , , , ,

Coba diingat, kapan terakhir kali kita mendongeng untuk buah hati tercinta. Atau paling tidak, kapan terakhir kali kita membacakan buku cerita bersama anak-anak. Tidak sedikit dari kita yang jarang atau bahkan tidak pernah mendongeng untuk anak-anaknya.

Bukan tanpa sebab memang. Hidup di era teknologi dan serba digital membuat seni mendongeng semakin ditinggalkan. Ada yang menganggap mendongeng terlalu tradisional untuk diaplikasikan dalam keseharian jaman sekarang. Ada juga yang merasa terlalu lelah untuk meluangkan waktu mendongeng atau membaca buku cerita untuk anak-anak.

Padahal mendongeng memiliki banyak sekali manfaat. Baik untuk orang tua maupun untuk anak-anak. Beberapa manfaat mendongeng diantaranya:

  1. Mengenalkan pengetahuan tentang alam semesta dan isinya kepada anak. Karena di dalam dongeng tidak melulu menceritakan tentang manusia. Bisa hewan, tumbuhan, bulan, bintang, matahari, gunung dan sebagainya. Lewat mendongeng kita bisa bercerita sekaligus menambah wawasan pada anak tentang alam semesta.
  2. Mengembangkan imaginasi, menstimulasi rasa ingin tahu dan membantu perkembangan otak. Saat mendongeng, anak-anak kita ajak untuk mengimajinasikan tentang dongeng yang kita ceritakan. Bila tidak terbayangkan, mereka akan terus bertanya bagaimana begini bagaimana begitu. Rasa ingin tahu yang terus terpicu mengembangkan kemampuan berpikirnya dan tentunya membantu perkembangan otak si kecil. Hal ini membantu mengembangkan otak si kecil.
  3. Memberi wawasan tentang pelajaran hidup. Mayoritas cerita dalam dongeng terselip nilai-nilai moral di dalamnya. Dengan mendongeng, kita dapat bercerita sekaligus mengajarkan tentang kebaikan kepada anak.
  4. Mengasah kemampuan mendengar, fokus dan konsentrasi anak. Saat mendongeng, kita mengajak anak-anak untuk secara fokus pada cerita. Dengan begitu, kemampuan konsentrasi dan keterampilan mendengar pada anak pun akan terasah.
  5. Memperlancar komunikasi dan mempererat bonding orang tua dan anak. Kebersamaan bersama si kecil dan usaha menghidupkan cerita dalam dongeng tak hanya mengasah kreativitas kita sebagai orang tua, namun juga memperlancar komunikasi dengan anak-anak. Karena kita dituntut untuk menceritakan isi dongeng dengan baik agar mudah dimengeti si kecil. Ketika komunikasi terhubung dengan lancar, maka bonding orang tua dan anak pun semakin erat.

Sadar akan banyaknya manfaat mendongeng untuk perkembangan anak, Greenfields mengajak orang tua untuk menanamkan kebiasaan mendongeng untuk anak. Karena saat ini, Greenfields tengah berupaya mendukung perkembangan kesehatan anak Indonesia dengan produksi susu berkualitas. Greenfields berkomitmen untuk mempromosikan hidup sehat melalui kampanye #loveat1sttaste.

Kebetulan, sabtu 1 Oktober 2016, saya bersama dua putri saya berkesempatan menghadiri sabtu mendongeng bersama Greenfields di Lippo Mall Kemang. Acara ini seru sekali. Putri-putri saya sangat antusias mendengarkan sekaligus memperhatikan dongeng dari kak Gery. Saya sendiri juga banyak mendapat pelajaran bagaimana mendapatkan perhatian anak-anak dan mendongeng yang seru bersama mereka. Senang sekali.

screen-shot-2016-10-11-at-3-51-00-pm

Sabtu mendongeng bersama Greenfields merupakan bagian dari kampanye#loveat1sttaste yang  bertujuan untuk mengajak anak-anak untuk hidup sehat dan menggapai cita-cita mereka. Hidup sehat tak hanya melulu soal dari fisik, namun otak yang terus terstimulasi dan hati yang selalu gembira. Mendongeng sembari menikmati susu segar Greenfields merupakan kombinasi nikmat untuk mendapatkan perkembangan otak yang cerdas, hati bahagia sekaligus fisik yang kuat.

Memilih Asuransi Kecelakaan untuk Perlindungan Keluarga

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Sebagai orang tua, jelas kita memiliki banyak sekali tanggung jawab terhadap keluarga, terutama anak-anak. Keberlangsungan hidup mereka sudah pasti berada di tangan kita. Orang tualah yang menjadi tulang punggung keluarga. Menghidupi, menafkahi serta melindungi keluarga.

Namun, pernahkah terpikir bila (ketok meja) hal-hal buruk tiba-tiba terjadi pada kita. Lalu bagaimana nasib anak-anak dan keluarga kita nantinya.

Setahun lalu, saya pernah mengalami masa sulit. Suami saya mengalami kecelakaan lalu lintas yang cukup berat sehingga harus dirawat di rumah sakit. Suami sempat mengalami tidak sadar pasca kecelakaan, dan harus dirawat beberapa hari di rumah sakit.

Saat mendengar kabar suami saya kecelakaan via telepon dari rumah sakit, jantung saya berdebar sangat kencang. Pikiran saya ikut terpecah mengkhawatirkan antara bagaimana kondisi suami saya dan bagaimana keberlangsungan hidup keluarga kami nantinya. Karena suami adalah pemberi nafkah utama bagi keluarga kami.

Alhamdulillah suami kini telah pulih total dan mampu beraktivitas normal seperti sedia kala. Namun pengalaman itu membuat saya belajar banyak hal. Terutama mengenai perlindungan terhadap keluarga apabila terjadi hal-hal yang tidak kita duga dan tidak kita inginkan.

Karena itulah, kami mulai melirik dan mencari asuransi kecelakaan. Asuransi kecelakaan penting dimiliki sebagai pelengkap asuransi jiwa dan asuransi kesehatan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan kita besok, atau menit berikutnya. Ditambah lagi, kecelakaan bersifat mendadak. Dan kecelakaan tertentu berisiko membuat cacat permanen pada penderitanya yang mempengaruhi kemampuan dalam bekerja dan berkarya.

Duh, jangan sampai terjadi pada kita dan keluarga ya…

Sebenarnya saat itu kami sudah memiliki asuransi kecelakaan dari asuransi X. Namun saya merasa preminya terlalu mahal (dan berprogresif pula setiap tahunnya) dengan benefit yang menurut kami kurang sepadan. Akhirnya kami pun menghentikan berlangganan asuransi kecelakaan tersebut.

Processed with VSCO

TUM blogger serius menyimak presentasi mengenai MNC Family Care

Pas banget, kemudian saya ikut serta dalam #TUMLuncheon bersama The Urban Mama dan MNC Insurance dengan pembicara Fioney Sofyan. Dalam #TUMLuncheon kali ini, Mbak Fioney Sofyan menegaskan lagi bahwa penting bagi kita memiliki asuransi untuk melindungi keluarga dari kehawatiran-kekhawatiran.

Namun, kita juga harus cermat dalam memilih asuransi. Agar dapat memilih asuransi yang tepat untuk keluarga, kita harus terlebih dahulu memperhitungkan benefit yang akan kita terima. Apakah sudah sesuai dengan kebutuhan kita. Setelah itu, kita hitung preminya apakah sesuai dengan kemampuan kita.

Bicara mengenai asuransi kecelakaan diri, dalam #TUMLuncheon ini hadir pula MNC insurance yang baru saja merilis produk asuransi kecelakaan yakni MNC Family Care. MNC Family Care hadir dengan premi yang cukup terjangkau namun dapat memberi manfaat untuk seluruh keluarga. Dengan premi ekonomis IDR500.000 per tahun, kita bisa mendapatkan perlindungan asuransi kecelakaan diri lengkap untuk seluruh anggota keluarga yakni Suami/Istri, anak-anak serta tambahan di dalamnya asisten Rumah Tangga/Babysitter/ Pengemudi.

flyer-outline-02

Selain benefit yang cukup banyak dan premi yang relatif terjangkau, pembelian polis MNC Family Care juga cukup mudah. Kita hanya perlu mengunjungi website MNC Family Care dan membeli langsung secara online. Aktivasinya pun relatif cepat. Jika ada pertanyaan, bisa langsung disampaikan melalui web chat yang tersedia di website MNC Family Care.

Jadi tunggu apalagi, segera lindungi keluarga kita dengan asuransi yang tepat.

 

Delapan Manfaat Susu yang Jarang Kita Ketahui

Selepas usia dua tahun, seratus persen kebutuhan nutrisi manusia bisa didapatkan dari makanan. Namun, bukan berarti kita tidak perlu minum susu lagi. Karena banyak sekali kandungan nutrisi dalam susu yang sangat bermanfaat bagi tubuh kita.

Manfaat umum dari susu yang kita tahu adalah menjaga dan memperkuat tulang. Bukan rahasia, kandungan kalsium yang tinggi dari susu mampu membantu pertumbuhan tulang pada anak-anak dan remaja. Dan pada usia dewasa, kalsium dan vitamin D dalam susu dapat menjaga kualitas tulang serta mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis.

Namun tentunya, menkonsumsi susu tidak hanya baik untuk tulang. Ada setidaknya delapan manfaat lain dari susu yang jarang kita tahu.

  1. Pelengkap Nutrisi. Susu merupakan sumber nutrisi paling dasar yang dihasilkan mamalia dengan kandungan karbohidrat, protein, beragam  vitamin, dan mineral-mineral penting. Cukup lengkap untuk mendukung kebutuhan nutrisi manusia yang kadang terlewatkan dalam menu makanan sehari-hari serta mudah untuk dikonsumsi. Namun, meski sudah ada susu, kita tetap wajib memperhatikan dan menyiapkan menu makanan sehat untuk keluarga.
  2. Membantu Memperkuat Gigi. Kandungan kalsium dan vitamin D dalam susu berperan membantu memperkuat gigi, mencegah gigi berlubang serta mencegah kerusakan gigi lainnya. Tapi selain minum susu, kita juga harus menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur dengan rutin.2016-08-16 02.57.15 1
  3. Membantu Perkembangan Massa Otot. Susu mengandung kombinasi protein yang terdiri atas sekitar 20 persen whey dan 80 persen kasein. Keduanya sama-sama jenis protein berkualitas tinggi yang sangat bagus untuk membangun massa otot. Whey dikenal sebagai fast protein yang dengan cepat dipecah menjadi asam amino dan diserap ke dalam aliran darah. Protein ini sangat cocok dikonsumsi setelah berolahraga. Sebaliknya, kasein lebih lambat dicerna oleh tubuh. Sehingga ideal untuk memberi pasokan protein pada tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama. Protein jenis ini, cocok dikonsumsi sebelum tidur atau di antara waktu makan. Karena memiliki kombinasi whey dan kasein, maka susu sangat cocok dikonsumsi 45menit setelah olahraga/beraktivitas fisik, saat sarapan dan sebelum tidur untuk mendapatkan manfaat pembangunan massa otot yang optimal.
  4. Menurunkan Berat Badan. Kalsium dalam susu mampu menekan hormon kortisol, yakni hormon yang bekerja meningkatkan kadar gula darah, meningkatkan metabolisme lemak, protein dan karbohidrat, serta penyebab utama meningkatnya nafsu makan. Dengan ditekannya hormon kortisol, maka nafsu makan pun bisa berkurang. Selain itu, kalsium juga meningkatkan kemampuan tubuh untuk membakar lemak.
  5. Mengurangi Stress. Susu juga mengandung protein lactium yang memiliki efek menenangkan dengan menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan kalsium, B2 dan B12 dalam susu mampu membantu meringankan tekanan pada otot yang dipicu oleh perasaan tegang atau stress.
  6. Penambah Energi. Susu mampu menggantikan natrium, kalium dan mineral-mineral penting yang hilang saat berkeringat. Konsumsi susu dengan tambahan rasa setelah berolahraga efektif mengembalikan kembali energi yang terkuras dan memulihkan rasa lelah, karena mengandung gula, lemak dan protein.
  7. Meredam Gejala PMS (Pre-Menstrual Syndrome). Menjelang menstruasi, otot-otot rahim harus berkontraksi untuk meluruhkan sel-sel telur tak terbuahi yang menempel pada dinding rahim. Tak jarang, kontraksi ini menimbulkan rasa tidak nyaman hingga tegang pada area perut bawah. Kalsium pada susu mampu mengurangi kram pada otot, termasuk otot rahim, sehingga rasa nyeri dapat diredam.
  8. Pencegah Penyakit. Kandungan kalium, kalsium dan vitamin D pada susu mampu menurunkan tekanan darah sehingga mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung. Susu juga mampu mengaktivasi brown fat cells yang dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker.

IMG_8232

Setelah tahu lebih banyak tentang manfaat susu, tentunya sudah lebih yakin kan, untuk mengkonsumsi susu untuk keluarga. Tinggal bagaimana memilih dan menentukan produk susu yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan kita.

Nah, saya punya beberapa tips untuk memilih produk susu yang baik.

  1. Sebaiknya pilih produk susu yang paling minim proses pengolahan. Semakin tinggi temperatur dan waktu yang dipakai untuk mengolah susu, maka semakin besar perubahan komposisi dan nutrisi pada susu. Saran saya, pilih susu jenis pasteurisasi dibandingkan susu UHT, susu steril atau susu formula. Karena susu pasteurisasi masih mengandung enzim baik yang dapat membantu proses pencernaan.
  2. Pilih merk susu yang diproduksi oleh pabrik dengan sistem terintegrasi. Artinya, pabrik yang memiliki dan mengelola peternakan, pengolahan hingga pengepakan susu sendiri dalam satu lokasi. Sehingga kualitas susu yang kita konsumsi lebih terjamin. Salah satu contohnya, produk dari Greenfields. Dimana dari mulai pemberian pakan sapi perahnya hingga pemberian tanggal kadaluarsa dilakukan di satu lokasi. Dengan begitu, saya percaya kualitas susu Greenfields bisa lebih terjaga dan terkendali dengan baik.

 

IMG_8457

Peternakan Sapi Perah Greenfields yang luas dan nyaman

IMG_8666

Proses pemerahan dilakukan secara hygienis tanpa sentuhan tangan langsung

IMG_8793

Hingga proses pengepakan dilakukan di satu lokasi

Saya percaya, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat, harus dimulai dari kebiasaan dan cara hidup yang sehat pula. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan serta minuman termasuk susu yang penuh nutrisi dan berkualitas. Namun tentunya, harus sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan selera masing-masing individu yang pastinya berbeda. Jika Mama masih ingin tahu lebih banyak mengenai susu, bisa langsung ikuti diskusi lengkapnya di threat ini.

Salam sehat.

 

 

 

Meriahkan Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia bersama A&W Resturant Indonesia

Tags

, , , , , , ,

Agustus tentunya menjadi bulan yang paling penting bagi Indonesia. Karena di bulan ini, bangsa Indonesia merayakan momen kemerdekaan. Nah, dalam rangka merayakan ulang tahun ke 71 Republik Indonesia, A&W Restaurant Indonesia meluncurkan National Day Promotion  dengan menampilkan tiga edisi desain terbatas Rooty Picnic Barrel. Desain barrel terbatas ini juga diluncurkan bersamaan dengan paket hemat combo yang terbatas pula, yakni Best Friends Forever (BFF) Picnic Barrel. Desain barrel dan paket combo hemat ini sudah bisa didapatkan di restaurant A&W Indonesia di seluruh kota di Indonesia, sejak 8 Agustus 2016 lalu.

Processed with VSCO

Dalam paket-paket Rooty Picnic Barrel ini, kamu bisa menikmati sajian paket ayam super lezat khas A&W dengan harga yang super hemat mulai IDR69,500 saja. Mau paket berdua dengan paket ayam plus nasi, ada. Atau kamu penggila ayam dan lebih suka makan ayam saja tanpa pendamping, juga ada. Atau bahkan mau paket super komplit, ayam plus nasi, plus chicken chunks (nugget) plus burger, juga ada. Pokoknya A&W menyediakan beragam pilihan yang sesuai dengan selera kamu. Oke banget kan.

1471796652807

Desain baru barrel A&W juga bukan tanpa maksud lhoh. Sengaja A&W menampilkan desain barrel bertemakan berbagai olahraga favorit di Indonesia, seperti sepakbola, bulu tangkis dan bersepeda supaya kamu juga makin termotivasi untuk berolahraga, sesuai dengan minat dan kesukaan kamu. Pengertian banget ya, A&W.

Eits, ngga cukup itu aja. A&W Restaurant Indonesia ngga hanya peduli sama kamu, tapi juga peduli lingkungan lhoh. Buktinya, A&W Restaurant Indonesia telah menambahkan section mini coupon di micrositenya : awrestaurants.co.id/kupondiskon. Yang artinya, kamu bisa langsung mengunduh dan menikmati beragam penawaran paket hemat serta diskon hanya dengan mengunduh atau mengunlock kupon diskon pilihan kamu dan menunjukkannya di seluruh restaurant A&W. Serunya lagi, kamu bisa mengunduh berulang-ulang kali dan membagikan kupon-kupon ini ke temen-temen kamu. Jadi kamu bisa menikmati sajian A&W Restaurant Indonesia bersama orang-orang terdekatmu. Asik banget kan.

Screen shot 2016-08-21 at 11.20.32 PM

tampilan awrestaurants.co.id/kupondiskon

Gimana caranya?? Gampang banget. Kamu tinggal mendaftarkan diri kamu dengan mengisi data diri dengan lengkap di form yang telah tersedia di awrestaurants.co.id/kupondiskon. Lalu kamu bisa langsung mengunduh semua promo yang tersedia. Gampang kan. Jadi, tunggu apalagi. segera unduh kuponnya dan nikmati sajian lezat dari A&W Restaurant Indonesia.

Trampoline Park: Jump – PIM Around, Wahana Seru Pengisi Liburan

Tags

, , , , , , ,

Lebaran kali ini tentu terasa sangat spesial karena bertepatan dengan libur sekolah anak-anak. Nah, untuk mama yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, ada satu lagi wahana rekreasi yang cukup seru dan patut dicoba, Trampoline Jump Park.

Berlokasi di atrium Pondok Indah Mall 2 Jakarta, Trampoline Jump Park-PIM Around ini berbeda dengan wahana trampoline lainnya. Karena diadakan di dalam mall dan dirancang khusus bertemakan Ghostbusters yang kebetulan filmnya juga akan release pertengahan Juli mendatang. Dekorasi serta lagu tema Ghostbuster yang seru dijamin membuat atmosfer permainan menjadi semakin menyenangkan.

Wahana Trampoling Park: Jump – PIM Around tak hanya menyenangkan tapi juga menyehatkan lho. Karena selain menguji ketangkasan dan keberanian, juga menstimulasi otak, otot dan koordinasi gerak. Tak hanya untuk anak-anak, orang dewasa juga bisa bermain di arena ini.

Screen shot 2016-07-09 at 12.45.55 PM

Saya sendiri juga sudah mengajak putri dan suami saya mencoba wahana ini. Hasilnya, mereka sangat antusias bermain lompat-lompatan. Meski cukup lelah karena tiga puluh menit penuh mereka bermain lompat-lompatan, tapi selama dan setelah bermain mereka sangat gembira. Move your body makes you happy.

Screen shot 2016-07-09 at 12.45.40 PM

Eits, tak hanya arena permainan saja lho yang disuguhkan dalam Trampoling Park: Jump – PIM Around. Setiap Jumat dan Sabtu pukul 10.30 pagi akan ada Fitness Jump with Celebrity Fitness yaitu permainan trampoline yang akan diiringi dengan instruksi senam yang menyehatkan. Kemudian, setiap Sabtu malam pada pukul 20.00-21.30, akan ada Party Jump-DJ Performance yang akan diiringi langsung oleh penampilan dari Disc Jockey. Jadi, dijamin akhir pekan akan lebih meriah bila berkunjung ke Trampoling Park: Jump – PIM Around.

Puncaknya pada tanggal 16 Juli 2016 akan ada Slam Dunk Competition yang dapat diikuti oleh seluruh pengunjung Pondok Indah Mall yang berusia dua belas tahun ke atas. Kompetisi ini akan berlangsung pada pukul 19.30-20.00. Jadi, mulai siapkan putra-putri Mama untuk memeriahka kompetisi seru ini. Pada tanggal 16 Juli 2016 juga akan diadakan Singing Performance dari Management Sony Music serta Meet & Greet dengan Indonesian Ghostbuster Ambassador yakni Citra Prima, Natalie Sarah, Roro El’Micha dan Zahra Jasmine.

Semua orang boleh bermain di arena Trampoling Park: Jump – PIM Around ini. Asalkan tidak memiliki berat badan melebihi 100kg dan memiliki tinggi badan minimal 100cm. Wahana ini dijamin aman, karena dijaga oleh enam sampai delapan petugas yang akan mengawasi partisipan yang bermain di arena, supaya terhindar dari kecelakaan. Ada juga tim paramedis yang siap siaga selama acara berlangsung.

Untuk dapat menikmati Trampoline Park Jump – PIM Around, pengunjung dapat datang langsung ke atrium Pondok Indah Mall 2 setiap hari mulai jam sepuluh pagi hingga jam sepuluh malam. Setiap pengunjung yang akan memasuki arena permainan, akan dikenakan biaya seharga IDR50000/Sesi pada Senin-Kamis dan IDR75000/Sesi pada Jumat-Minggu. Setiap sesi akan berlangsung selama 30menit. Dijamin puas bermain lompat-lompatan di wahana Trampoling Park: Jump – PIM Around.

Trampoline Park: Jump PIM Around ini hanya akan berlangsung hingga 17 Juli 2016 mendatang. Jadi jangan sampai ketinggalan. Ayo ajak putri putri mama mengisi libur sekolah dan lebaran di arena uji ketangkasan yang seru ini.

 

Hidup Sehat dengan Konsumsi Buah Segar Berkualitas

Tags

, , , , ,

Siapa tidak mau memiliki tubuh yang sehat dan awet muda. Salah satu cara untuk mendapatkan tubuh yang selalu fit dan bugar adalah dengan rutin mengkonsumsi buah-buahan dan sayur mayur. Karena buah dan sayur memiliki vitamin dan mineral yang sangat baik bagi metabolisme dan regenerasi sel tubuh. Namun, tahukah anda, bahwa kebutuhan vitamin, mineral dan serat baru tercukupi dengan konsumsi empat ratus gram buah-buahan segar, atau setara dengan tiga buah apel? Nah, saya pun juga baru tahu hal ini. Selama ini saya sudah termakan dengan kalimat one apple a day, keeps the doctor away. Ups!!

Informasi ini saya dapatkan saat menghadiri acara Melbourne Market Indonesia di Cilandak Town Square, 13 Mei 2016 lalu. Acara ini sekaligus sebagai bagian dari rangkaian program Now! In Season Australia, yaitu program untuk mempromosikan produk unggulan hasil pertanian dari negara-negara bagian Australia, khususnya Victoria. Kebetulan, Victoria adalah negara empat musim dengan hasil pertanian berupa buah-buahan dan sayur-sayuran yang sangat beragam sekaligus berkualitas.

Dalam acara ini pula, saya mendapati fakta yang dikemukakan oleh Konsultan Nutrisi Jansen Ongko, bahwa konsumsi buah harian masyarakat Indonesia masih rendah. Waduuhh… Padahal, hidup sehat bisa dimulai dengan mengkonsumsi buah-buahan yang segar dan berkualitas. Bahkan, dalam beragam diet sehat termasuk food combining yang saat ini memiliki cukup banyak peminat di Indonesia, menganjurkan konsumsi buah-buahan segar setiap hari.

Screen Shot 2016-05-22 at 8.08.31 PM

Dipandu Cisca Becker, Brett Stevens (Commissioner for Government of Victoria Australia for Indonesia), John Glover (Senior Advisor PT Matahari Putra Prima), Jansen Ongko (Konsultan Nutrisi) berdiskusi tentang pentingnya konsumsi buah segar.

Karena itu, demi hidup sehat dan bugar setiap hari, kita harus mulai rajin dan teratur mengkonsumsi buah-buahan segar setiap hari. Eits, tapi konsumsi buahnya jangan cuma sekedarnya ya. Jangan hanya sekedar ngemil cantik. Ingat, kita butuh 400gram buah per hari. Jadi, kuantitas konsumsi buah harus kita diperhatikan. Tak hanya itu, varian buah yang kita konsumsi juga penting. Sebaiknya kita mengkonsumsi sedikitnya tiga warna buah dalam sehari. Seperti misalnya Anggur (merah), Pear (hijau) dan Plum (ungu). Selain agar tidak bosan, juga agar kita mendapat variasi kebaikan dari setiap varian buah yang kita konsumsi.

Kalau bingung mau makan buah apa saja atau malah bosan dengan jenis buah yang itu-itu saja, nah kita sekarang bisa mengkonsumsi beragam varian buah hasil pertanian negara empat musim. Produk Now! In Season dari Victoria, Australia sudah dipasarkan di Indonesia. Nah, produk-produk Now! In Season ini bisa didapatkan di supermarket-supermarket besar, seperti Hypemart dan Foodmart.

Kenapa kita harus mencoba produk buah dan sayur dari Now! In Season. Karena, selain hasil panennya yang terbukti sangat berkualitas dan variatif, jarak dari Australia ke Indonesia sendiri cukup dekat. Sehingga, kesegaran produk buah dan sayurnya lebih terjaga. Sebab perjalanan yang ditempuh buah-buahan dan sayur-sayuran hasil panennya tidak terlalu lama. Hal ini juga berdampak pada harga jual, lho. Perjalanan yang cukup singkat dan dekat, membuat biaya pengiriman menjadi tidak terlampau mahal. Sehingga, kita bisa menikmati buah-buahan segar, berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau. Belum lagi ditambah cukup banyak promo-promo yang kerap berlaku. Sangat membangkitkan hasrat ingin memborong.

Nah, kalau kita masih juga bosan atau malas memakan buah-buahan potong, kita bisa lho mencoba membuat aneka variasi santapan buah atau mengolah buah-buahan tersebut. Tidak perlu khawatir kehilangan nutrisi saat mengolah buah, karena ada banyak cara untuk menikmati buah-buahan dan tetap menjaga kandungan gizinya. Tuangkan kreativitas dan ciptakan kreasi resep buah-buahan kita sendiri. Misalnya dengan membuat salad, juice dan hidangan penutup. Saya sendiri, lebih suka membuat salad buah sayur. Resepnya belajar dari Chef Yuda Bustara yang kebetulan juga melakukan demo masak saat acara Melbourne Market berlangsung.

Screen shot 2016-05-22 at 7.51.31 PM.png

Four season salad

Jadi, kita tidak punya alasan lagi untuk malas atau bosan mengkonsumsi buah dan sayur segar setiap hari. Mari hidup sehat dengan mengkonsumsi buah-buahan segar berkualitas.

 

 

[Book] Yoga Beyond Belief by Ganga White

Tags

, , , ,

Reading this book remind me on twelve years ago when I was still studying on college. I took architecture major at time. I thought my college years would be very pleasant. I thought I would just drawing and coloring, everyday. Just like on the kindergarten, but of course in different level.

Expectation always hurt. First year on college, my head almost exploded because every day I had to attend calculus class, fundamental physics class, engineering mechanics, environment fundamental, philosophy and history. I remember instead of learnt how to draw a house, I had taught to observe the materials that I thought they had no correlation on architecture stuffs. Like paper, cardboard, toothpicks, pieces of glass, etc. I didn’t do coloring on my first semester. I started to coloring on my second semester. But my lecturer just allowed us to use only five different colors. There are black, white, yellow, and red, blue. Yes, just those five basic colors. And my lectures also didn’t allow us paint the picture. They just give a homework to make hundreds gradation colors with those colors. At the time I thought, how I would become a genius architect if even on my first year, we never ever try to design any single building.

On the third semester, we finally were facing architecture design class. I thought, it’s the time showed off our real identity as a future architect which hidden before behind numbers and history things. Again expectation always hurt. We didn’t design any building or house. We designed a garden and fence. My friend from other major, my family, my cousins, even my boyfriend(s) laugh at me. I felt I just wasted my time, my youth, my (parent’s) money. Until at the fourth semester, we learnt how to design a house. Finally.

On the beginning of the class, my lecture said that we might be surprised or shocked on our first semester curriculum. Might be exhausted with the classes that we had to pass. But all of them are the basic. The fundamental. Before we start to build the future, we have to learn from the past. Why we have to learn philosophy and history, because we are lucky enough not to experience ancient’s experiences to learn something. Experience is the best teacher. But experience always takes much time. And we are lucky enough not to travel through time and distance to learn that experiences. We just have to read and think about it.

Why we have to learn calculus, fundamental physics, engineering mechanics, and all that numbers stuff, just because we have to balance our imagination and real circumstances. Later, we may think to design the building that people will never imagine before. But the building will become a real building if it can be built. That’s why numbers, technique, science are important. Because they make people stay grounded and not only live on the dream and imagination. Design not only drawing and coloring. The great design is the one that can be realized.

img20160428093228_zpsblylvezp

That theory is similar with yoga. Overall, yoga is not limited only on physical practice. Moreover, yoga contains philosophy, history, calculation of risk benefit and art as well. Yoga is not limited on beautiful movement, pretty poses, and match sequences.

Moreover, the architecture design delivers a personal product result. Just like yoga. Architecture involves the different human taste. And take consider into the user. Totally similar with yoga which is every human body has a different condition. One person maybe can be so flexible while other maybe very stiff in the same pose. That’s why yoga is personal. Competition and comparison are not applicable in yoga. Everybody has special body condition and structure. And every body has their special purpose on doing yoga. People may want to do yoga because they just want to move but doesn’t want too upbeat. Others maybe just want to release the tension and find the mindful and peaceful in yoga. Other may want to go deeper. Want to find more spiritual result by doing yoga. That’s why, yoga is personal. No perfection. Only progression.

When I read about cakhra and prana, I remember one day my lecture gave us homework to do a research about home designing concept with environment and philosophical approximation theory. So, at the time I wrote about Fengshui. The concept of fengshui according to my understanding is similar with prana and chakra on yoga. About how the energy was transformed and moved. Fengshui was always interesting for me until now. I always curious, how the color, the material elements of nature, the placement of objects so detailed styled by fengshui. And it can stimulate the energy and personal mood. In architecture, I learn how to build a building and as much as possible create synergy with the surrounding environment. Because what all the things we do always leave a path, an effect. And all we want, the effects are positive.

If architecture is about creating and sometimes developing a building from nothing or one point to something more useful and meaningful, yoga is about developing ourselves. If architecture discipline is about creating a firm and comfortable place and facility for human’s activity, then yoga developing a body and mind to facilitate the soul. So the soul can live comfortably inside the body and do its natural duty.

Just like architecture, yoga also needs a fundamental theory to go into comfortable and stable position. In architecture, I have learnt about Vitruvius theory. Vitruvius believed that an architect should focus on three central themes when preparing a design for a building: firmitas (strength), utilitas (functionality), and venustas (beauty). I also think that it is similar with what I learn about sthira sukha on yoga. Firmitas is just like sthira concept on yoga, in which we must be firm, strong and sturdy. So we can get the maximum benefit to our body. If we comfortable into the yoga, I believe we can also optimize the benefit or the function of the poses. Yoga it self is also beautiful. Just like venustas on architecture. Not only the poses, but also it purposes. When we do yoga, I feel personally beautiful. Inside out.

Indah Nildha, May 2016

 

 

[Book] Yoga Anatomy by Leslie Kaminoff

Tags

, ,

I’ve been practicing yoga intensively since August 2014. Most current practice, I just follow the movements of yoga teachers who taught in the class. Without thinking too much about the origin of the movement and the effect on my body. Of course I feel healthy after practicing yoga regularly. Does not mean that I am an ill people. But at least, I feel that yoga makes my body more fit and increased my immunity. So I do not easily get sick.

Unlike the other sports variant, yoga has its own challenges. Before practicing yoga regularly, I like to run, weight training at gym and workout with TRX (Total Resistance eXercise). But I had reached a saturation point when doing those sports. I cannot personally reach better result. Moreover, my body weights getting more and more decreased, at the time, because those exercises burn a lot of calories. By doing yoga, my body weights maintain stable and I feel my muscles getting stronger. But again, I did not know where they come from.

All I knew, yoga has a lot of challenging poses. Yoga has inversion poses, which our head is lower than our hips. Forward bend, side bend, and backbend poses, in which our body is extend and then bend to the certain direction. Twisting poses, in which our hips or ribs are rotating. And balancing poses with leg or arms, in which we have to stay stable in certain position just by relying on our one leg or arms. Each poses has their own alignment, benefit and risk as well.

Even the basic standing, seated and reclining poses, which we (or at least I) may think it’s easy, have their own alignment. So the muscles can work optimally, we can stably get into the pose and comfortably stay on the pose. But again, I didn’t know how they work.

In addition to practicing yoga in the classroom, I also often practice yoga at home by watching youtube. I type keyword about a certain muscle that I want to train, problem that I want to solve, flowing that I want to follow, training time I want to spend and poses that I want to be mastered.

For example, I was obsessed on having a flat belly. So I simply type “flat belly yoga” on youtube search. I selected a video with duration of about ten to fifteen minutes. And then, follow the instruction on the video. The result is, yes, my belly is flat by now. But the video is not the hero. I just watched the video once, or maybe twice. The video only satisfies my curiosity about the poses that can give a flat belly result. Practice, later. I didn’t care about how the poses can be worked and the caution.

Another example, I was curious about how to get into eight angle pose or astavakrasana. So I type “astavakrasana tutorial” on youtube search. Then sometimes, instead of watching the whole video, I often skip the preparation and go straight toward how to get into the pose. I often only pay attention for legs and arms placement. I practice by trial and error to get the balance. I rarely pay attention to breathing technique, shape of the spine, muscles contraction and soon. I thought that the more I practice, the faster I get into the pose. No matter how often I fell, I was sure that one day I could get into the pose. I also did not really care about the benefits of the pose on my body. I just see that the pose looks difficult yet beautiful. So it challenges me.

I’m finally mastering the pose now. But, I realize the matter is not only on arms or legs placement. More than that, the pose requires ingenuity. I have to know exactly where I have to hang my body weight, which body part I have to engage, and most importantly how to regulate the breathing so it can sync with the movement to get into the pose.

img20160426115313_zpscswzcxxa

When I start reading the book two months ago, I was about to learn how to do a pinchamayurasana. I was practicing this pose for since six months earlier before and it never worked on. I keep on jumping back, and fell. My body never gets stable at the time. I practice emotionally and inefficient. When I read the book, I didn’t expect anything at the time. I thought it just another boring textbook, which would bring me back into highschool’s biology subject. At the time, I still believed that practice is enough, no needs complicated theory. The more I practice, the more I got the progress, and the closer I would succeed into the pose. And then, I remember the quotes; without practice, theory is irrelevant. But practice without theory is chaos. –W.Grant

After I read just the first chapter, dynamic of breathing, I realized that the breathing techniques play a very important role in yoga. I also started to realize that yoga is more than just physically practice. Before I read this book, I’ve already knowing and applying ujjayi breathing and always breath through nose to nose during my yoga practice. But all I know at the time was that breath through nose to nose is just for keeping the energy. Just after I finished read the breathing chapter, and try to give more intention of breathing, I feel that the quality of my practices has been improving. I feel that the better breathing technique give me more room to think, to build up the power, to sync my movement, to hold on and stay stable on the pose. I also feel that the proper breathing technique help me to achieved more solid, firm, stable and also comfortable on every asana.

As I continue reading, I also learn about the spine, bones, muscles and its relationship with creating yoga sequences. As I also learn that creating yoga sequences is more than just making a harmonious choreography. It needs more knowledge about which muscle should work for the asanas and how to arrange a great synergy between breathe and movement, effectively. I also got more knowledge of benefits and risks that should be avoided on the body’s muscle. So as I create the sequences, me and my student can explore deeper on the practice. This book also helps me to be more understand the asanas, breaking down the preparation into the certain intermediate to advance poses, and also determining the suitable counter poses. By reading this book, I find my practices become more efficient.

If before reading I just relied on quantity of practice and filled it with trial and error, now I can go explore deeper into the asanas, learn more about them and feel more connection on my whole yoga practice.

The later effects when I teach is I do not need to get hung up on “yoga sequences formula books “. Of course I still need to enrich my knowledge and reference in the future. But this book has been guiding me to understand not only which body parts are working on the yoga sequences, but also the cause and effects in every movement. So again, I can create an effective yet sync flow.

INDAH NILDHA

APRIL 2016